MAHARATINEWS, Lombok – Di balik toga yang dikenakannya saat persidangan perkara korupsi, Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sekaligus akademisi Andreas Eno Tirtakusuma memiliki cara tersendiri menjaga kebugaran. Pria yang akrab disapa “Eno Tirta” di kalangan pelari itu kembali menorehkan prestasi dengan menuntaskan Pocari Sweat Run Lombok Marathon 2026 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Minggu (12/7/2026).
Pada ajang marathon bergengsi tersebut, Andreas berhasil menyelesaikan kategori marathon penuh (42,195 kilometer) dengan catatan waktu 5 jam 24 menit. Capaian itu sekaligus menjadi marathon ke-14 yang berhasil ia selesaikan, meski usianya kini telah melewati setengah abad.
Bagi Andreas, berlari bukan sekadar hobi atau olahraga akhir pekan. Aktivitas itu menjadi bagian dari komitmennya menjaga kesehatan fisik dan mental agar tetap prima dalam menjalankan tugas sebagai hakim yang menangani perkara-perkara korupsi.
“Untuk mengadili, seorang hakim harus tetap sehat. Berlari adalah salah satu cara saya menjaga kesehatan, stamina, sekaligus melatih konsentrasi,” ujar Andreas.
Perjalanan Andreas sebagai marathoner dimulai pada Kompas Borobudur Marathon 2018. Sejak saat itu, ia konsisten mengikuti berbagai ajang lari nasional maupun internasional, mulai dari Maybank Bali Marathon, BTN Jakarta Marathon, BCA Citraland Marathon, Standard Chartered Kuala Lumpur Marathon, Isotonik Surabaya Marathon. Sebelum ini, ia selesaikan marathon di BTN JAKIM 2026 di pertengahan Juni kemarin.
Pocari Sweat Run Lombok Marathon 2026 menambah daftar panjang pencapaiannya sejauh ini. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa kesibukan sebagai penegak hukum tidak menjadi penghalang untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Di tengah padatnya agenda persidangan dan tanggung jawab akademik, Andreas membuktikan disiplin dalam olahraga mampu berjalan beriringan dengan profesionalisme. Baginya, ketahanan fisik yang dibangun melalui latihan marathon turut mendukung ketahanan mental saat menghadapi kompleksitas perkara hukum.
Prestasi Andreas menjadi inspirasi bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi penting bagi siapa pun, termasuk aparat penegak hukum. Ketekunan menaklukkan lintasan sepanjang puluhan kilometer menjadi cerminan semangat, disiplin, dan daya juang yang juga dibutuhkan dalam menegakkan keadilan di ruang sidang.

