MAHARATINEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin melantik dan mengambil sumpah janji 35 pejabat administrator serta pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya, Kamis (19/2/2026).
Pelantikan ini menandai langkah penyegaran birokrasi sekaligus pengisian jabatan strategis untuk mempercepat layanan publik dan kinerja pemerintahan kota.
Dalam arahannya, Fairid menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah negara yang menuntut tanggung jawab moral dan kinerja terukur. Ia meminta para pejabat yang dilantik segera tancap gas di unit kerja masing-masing.
“Jabatan adalah amanah. Birokrasi yang kuat hanya lahir dari pejabat yang berkomitmen, berintegritas, dan mau bekerja nyata untuk warga,” tegas Fairid.
Fairid menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap tugas baru. Menurutnya, tantangan pelayanan publik semakin kompleks sehingga aparatur harus responsif, solutif, dan berorientasi pada hasil. Ia mengingatkan agar pejabat tidak terjebak rutinitas administratif yang lambat, tetapi menghadirkan terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Jangan menunggu lama untuk bergerak. Kenali persoalan di lapangan, perbaiki layanan, dan hadirkan inovasi. Warga menunggu kerja nyata, bukan janji,” ujarnya.
Wali kota menjelaskan, pengangkatan pejabat dilakukan melalui sistem manajemen talenta ASN dan penilaian rekam jejak kinerja. Pemko, kata dia, menempatkan pejabat sesuai kompetensi agar organisasi berjalan efektif dan profesional. Pelantikan ini juga bertujuan menutup kekosongan jabatan yang berpotensi menghambat program prioritas kota.
“Penempatan pejabat berbasis kompetensi mempercepat kerja organisasi. Saya ingin setiap perangkat daerah solid, bergerak cepat, dan berorientasi pada hasil,” katanya.
Di akhir sambutan, Fairid mengingatkan seluruh pejabat untuk menjaga integritas, menjauhi konflik kepentingan, dan membangun budaya kerja kolaboratif.
“Saya minta kalian menjadi motor perubahan di unit masing-masing. Jaga kepercayaan publik, kuatkan soliditas tim, dan buktikan bahwa birokrasi Palangka Raya bisa melayani dengan profesional, transparan, dan berpihak pada masyarakat,” pungkasnya. (mnc-lesta)

