MAHARATINEWS, Palangka Raya – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menutup tahun 2025 dengan sejumlah capaian kinerja, mulai dari penurunan angka kriminalitas hingga pengungkapan berbagai kasus besar yang menjadi perhatian publik.
Capaian tersebut dipaparkan dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun Polda Kalteng yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (31/12/2025).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan rilis kinerja Pemerintah Provinsi Kalteng dan dibuka langsung oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, didampingi Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, serta dihadiri unsur Forkopimda dan insan pers.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan, sepanjang 2025 jumlah tindak pidana di wilayah Kalimantan Tengah mengalami penurunan sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari 3.907 kasus pada 2024, angka kriminalitas turun menjadi 3.539 kasus atau berkurang 368 perkara, yang didominasi kejahatan konvensional.
“Untuk penyelesaian perkara pidana justru mengalami peningkatan. Dari 4.549 kasus yang ditangani, sebanyak 3.262 perkara berhasil diselesaikan, atau naik sekitar 14 persen,” ujar Kapolda.
Di bidang lalu lintas, jumlah kecelakaan tercatat naik tipis dua persen menjadi 1.137 kasus pada 2025. Namun, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan signifikan dari 331 orang pada 2024 menjadi 197 orang. Sementara korban luka berat meningkat dari 84 menjadi 152 orang.
Kapolda juga menyoroti pengungkapan sejumlah kasus strategis, di antaranya penertiban kawasan hutan dan kejahatan di lingkungan perkebunan. Sepanjang 2025, Polda Kalteng bersama jajaran Polres menertibkan 309 korporasi perkebunan sawit dengan total luasan mencapai 619.806 hektare.
Penanganan tersebut turut memicu dinamika sosial, seperti aksi pemortalan, sengketa lahan, pencurian tandan buah segar (TBS) sawit, hingga unjuk rasa. Dari 307 laporan pencurian dan penjarahan sawit, sebanyak 234 kasus telah diselesaikan dengan 516 tersangka.
Selain itu, Polda Kalteng juga mengungkap kasus premanisme, mafia tanah, serta peredaran narkotika. Salah satu pengungkapan terbesar dilakukan Polres Lamandau dengan menggagalkan peredaran 46,7 kilogram sabu lintas provinsi.
Menutup paparannya, Kapolda menegaskan komitmen Polda Kalteng untuk mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya di bidang ketahanan pangan dan program nasional lainnya.
“Kami berharap pada 2026 kinerja Polda Kalteng semakin meningkat, sejalan dengan upaya menjaga keamanan daerah dan mendukung Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (mnc-red)






