MAHARATINEWS, Palangka Raya — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengungkapkan kondisi fiskal daerah dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 yang dinilai cukup menantang.
Dalam rilis penyelenggaraan pemerintahan daerah, Gubernur menyampaikan bahwa total APBD Kalimantan Tengah Tahun 2026 sebesar Rp5,3 triliun. Dari jumlah tersebut, belanja langsung atau belanja operasional hanya mencapai Rp1,6 triliun.
Menurutnya, angka tersebut justru lebih rendah dibandingkan belanja langsung pada Tahun 2015 yang tercatat sebesar Rp1,9 triliun. Jika disesuaikan dengan nilai mata uang saat ini, besaran belanja operasional tersebut dinilai jauh lebih kecil.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang fiskal pemerintah daerah semakin terbatas,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak akan mengurangi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Namun demikian, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan optimal kepada masyarakat,” pungkasnya.
Gubernur menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan penyesuaian kebijakan anggaran secara hati-hati agar pelayanan publik, program prioritas, serta pembangunan daerah tetap berjalan secara efektif dan berkelanjutan. (mnc-lesta)






