MAHARATINEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana, mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke penggunaan perlengkapan ramah lingkungan sebagai solusi atas kelangkaan plastik yang terjadi di wilayah tersebut. Ia menilai kondisi ini dapat menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan sekaligus memperkuat potensi lokal.
Okki mengajak masyarakat agar tidak lagi bergantung pada plastik sekali pakai, melainkan mulai menggunakan barang yang dapat dipakai berulang kali. Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki sumber daya alam dan kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan, seperti kerajinan rotan yang selama ini sudah dikenal luas.
“Kita bisa manfaatkan rotan untuk membuat tas belanja atau wadah yang bisa digunakan berkali-kali. Ini lebih ramah lingkungan dan juga punya nilai ekonomi,” ujar Okki tegas.
Ia menjelaskan, selain sebagai pengganti kantong plastik, rotan juga dapat diolah menjadi berbagai produk fungsional, seperti besek berukuran besar untuk menampung sampah kering. Dengan inovasi tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan alternatif yang lebih berkelanjutan, tetapi juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Okki juga menilai langkah ini dapat membuka peluang baru bagi pelaku UMKM, khususnya para pengrajin rotan di Kalimantan Tengah. Dengan diversifikasi produk, para pengrajin diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.
“Ini kesempatan bagi UMKM kita untuk berkembang. Dengan membuat produk baru yang sesuai kebutuhan saat ini, mereka bisa lebih kompetitif,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa perubahan menuju penggunaan produk ramah lingkungan merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, menurutnya, masyarakat perlu mulai beradaptasi dengan pola konsumsi yang lebih berkelanjutan.
Okki berharap, ke depan, penggunaan produk berbahan alami seperti rotan dapat semakin meluas dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, sekaligus menjadi solusi atas permasalahan lingkungan dan ekonomi di daerah. (mnc-neha)


