MAHARATINEWS, Palangkaraya – DPRD Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk mengoordinasikan dampak pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat terhadap kemampuan fiskal daerah. Pertemuan tersebut berlangsung kondusif dengan fokus menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Tengah.
Delegasi DPRD diterima oleh jajaran pejabat teknis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa pengurangan TKD berdampak langsung terhadap kapasitas keuangan daerah.
“Pengurangan dana tersebut telah memberikan konsekuensi signifikan terhadap kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan infrastruktur secara optimal,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Ia menjelaskan keterbatasan fiskal berpotensi menghambat percepatan pembangunan, khususnya pada sektor pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan kawasan permukiman yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Sejumlah proyek strategis bahkan terpaksa ditunda akibat keterbatasan anggaran.
Selain memaparkan permasalahan, DPRD Kalteng mengajukan usulan solusi, antara lain penyesuaian mekanisme alokasi dana, pendaftaran proyek prioritas yang memerlukan dukungan khusus, serta peluang pendanaan melalui skema kerja sama pusat dan daerah.
Pihak Direktorat Jenderal Cipta Karya menyatakan akan menelaah usulan tersebut dan berharap koordinasi ini menghasilkan langkah konkret agar pembangunan infrastruktur prioritas tetap berjalan sesuai target. (mnc-neha)

