Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!
Berita  

Ekonomi Kalimantan Tengah 2025: Pertanian Tertekan, Pertambangan Menguat di Triwulan IV

Ekonomi Kalimantan Tengah 2025: Pertanian Tertekan, Pertambangan Menguat di Triwulan IV
Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti saat menyampaikan rilis resmi BPS.

MAHARATINEWS , Palangkaraya – Perekonomian Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika yang kuat antar sektor. Pada Triwulan IV 2025, sektor pertanian menghadapi tekanan produksi, sementara sektor pertambangan justru mencatatkan kinerja yang meningkat dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa produksi padi di Kalimantan Tengah pada 2025 mengalami penurunan signifikan.

“Produksi padi tahun 2025 turun sekitar 9 persen dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini dipicu oleh tingginya serangan hama padi serta intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan gagal panen di beberapa wilayah,” ujar Agnes pada Kamis (5/2/2026).

Selain padi, komoditas pertanian lainnya juga menunjukkan perkembangan yang beragam. Agnes menyebutkan bahwa produksi kelapa sawit secara kumulatif pada 2025 tumbuh positif. “Produksi kelapa sawit Kalimantan Tengah tumbuh 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada komoditas karet. Produksi karet tercatat turun tajam sebesar 18 persen. Agnes menjelaskan bahwa penurunan ini terjadi akibat turunnya harga karet di pasar global serta meningkatnya persaingan dengan karet dari Thailand dan China, ditambah dengan alih fungsi lahan karet menjadi perkebunan kelapa sawit.

Di sisi lain, sektor pertambangan menunjukkan kinerja yang sangat kuat sepanjang 2025. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), produksi batu bara di Kalimantan Tengah meningkat 8 persen dibandingkan tahun 2024.

“Peningkatan produksi batu bara didorong oleh meningkatnya permintaan dari India, seiring rencana negara tersebut untuk memperluas kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara hingga tahun 2047,” jelas Agnes.

Tak hanya batu bara, komoditas tambang lainnya juga mencatat lonjakan signifikan. Agnes mengungkapkan bahwa produksi bauksit di Kalimantan Tengah selama 2025 meningkat sangat tajam. “Produksi bauksit tumbuh hingga 295,46 persen dibandingkan tahun 2024,” tegasnya.

Agnes menambahkan bahwa perbedaan kinerja antar sektor ini menjadi gambaran penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang adaptif, berimbang, dan berkelanjutan ke depan. (mnc-neha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *