MAHARATINEWS, Palangkaraya — Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan perkembangan perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Tengah periode Januari 2026 yang menunjukkan penurunan nilai ekspor dan impor dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, neraca perdagangan daerah ini tetap mencatat surplus yang sangat besar, Senin (2/3/2026).
“Nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Januari 2026 mencapai US$257,07 juta atau turun 13,56 persen dibanding Januari 2025,” ujar Agnes.
Ia menjelaskan bahwa komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah masih didominasi sektor sumber daya alam dan hasil olahan, antara lain batu bara, minyak kelapa sawit, lignit, kayu olahan, karet remah, bijih zirconium, niobium dan tantalum, bungkil dan residu, serta kayu lapis. Negara tujuan utama ekspor selama Januari 2026 adalah Jepang, India, dan Korea Selatan.
“Ketiga negara tersebut masih menjadi pasar utama komoditas unggulan Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Di sisi impor, nilai impor Kalimantan Tengah pada Januari 2026 tercatat sebesar US$0,32 juta atau turun signifikan 92,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Komoditas impor utama berupa mesin lainnya, mesin ekstraksi, dan mesin pencampur yang digunakan untuk mendukung kegiatan industri dan produksi. Barang impor tersebut sebagian besar berasal dari Malaysia dan Tiongkok.
Dengan nilai ekspor yang jauh lebih besar dibanding impor, neraca perdagangan luar negeri Kalimantan Tengah pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar US$256,75 juta.
“Surplus ini menunjukkan struktur ekspor daerah masih kuat dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian regional,” tegas Agnes. (mnc-neha)


