MAHARATINEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M sebagai momentum memperdalam keimanan dan memperkuat akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Tabligh Akbar yang digelar Polda Kalimantan Tengah di Lapangan Barigas Polda Kalteng, Kamis malam (22/1/2026).
Di hadapan ribuan jamaah, Gubernur menegaskan bahwa Isra Mi’raj tidak boleh dimaknai sebatas peringatan seremonial, melainkan sebagai pengingat spiritual tentang pentingnya shalat dan pembentukan karakter umat.
“Isra Mi’raj adalah peristiwa agung yang mengajarkan kita tentang kewajiban shalat sebagai tiang agama, sekaligus sarana membentuk pribadi yang beriman dan berakhlakul karimah,” tegas Agustiar Sabran.
Ia menilai, nilai-nilai keimanan dan akhlak yang terkandung dalam Isra Mi’raj sangat relevan dengan kondisi Kalimantan Tengah yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama. Menurutnya, fondasi iman yang kuat akan melahirkan sikap saling menghormati dan menjaga persatuan.
“Kalimantan Tengah adalah rumah bersama. Nilai keimanan dan akhlak mulia sejalan dengan semangat Huma Betang, yakni hidup rukun, toleran, dan menjunjung kebersamaan dalam perbedaan,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan bahwa ketika nilai spiritual dijadikan pedoman bersama, stabilitas sosial dan rasa aman di tengah masyarakat akan semakin kokoh. Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan bermartabat.
“Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga membangun manusia yang beriman, beretika, dan memiliki kepedulian sosial,” kata Agustiar.
Tabligh Akbar Isra Mi’raj ini turut diisi tausiyah oleh Habib Usman bin Yahya yang mengulas makna Isra Mi’raj dalam membangun keteguhan iman umat Islam. Kegiatan juga dirangkai dengan doa bersama untuk bangsa serta penyerahan bantuan sosial kepada sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren di Kota Palangka Raya.
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kalimantan Tengah, jajaran Polda Kalteng, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai kalangan. (mnc-lesta)

