MAHARATINEWS, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kenaikan harga berbagai komoditas pada Januari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut mendorong inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) Kalimantan Tengah mencapai 4,09 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa inflasi y-on-y terjadi seiring meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,06 pada Januari 2025 menjadi 110,40 pada Januari 2026. BPS melakukan pemantauan harga di empat kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Tengah.
“Pada Januari 2026, Kalimantan Tengah mengalami inflasi y-on-y sebesar 4,09 persen,” ujar Taufiqurrahman saat Konferensi Pers Berita Resmi Statistik di Ruang Vicon BPS Kalteng Lantai 2, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Palangka Raya sebesar 4,61 persen dengan IHK 110,00. Sementara inflasi y-on-y terendah tercatat di Kabupaten Kapuas sebesar 3,62 persen dengan IHK 111,71.
BPS mencatat inflasi y-on-y terutama dipicu kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 14,54 persen, disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 13,41 persen.
Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,81 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,77 persen, serta kelompok pendidikan meningkat 2,66 persen. Kelompok lainnya yang turut mengalami kenaikan antara lain pakaian dan alas kaki, kesehatan, rekreasi, serta transportasi.
Di sisi lain, BPS mencatat penurunan indeks pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, masing-masing sebesar 0,06 persen.
Sementara itu, inflasi month-to-month (m-to-m) dan year-to-date (y-to-d) Kalimantan Tengah pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,38 persen, menunjukkan tekanan harga masih berlanjut di awal tahun. (mnc-neha)

