MAHARATINEWS, Palangka Raya — Keadaan ketenagakerjaan di Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang semakin membaik. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalimantan Tengah tercatat sebesar 3,44 persen. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,53 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa penurunan TPT tersebut mencerminkan meningkatnya serapan tenaga kerja di berbagai sektor.
“Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka menunjukkan kondisi pasar kerja Kalimantan Tengah yang semakin kondusif,” ujar Agnes pada Kamis (5/2/2026).
BPS mencatat jumlah angkatan kerja di Kalimantan Tengah pada November 2025 mencapai 1.483,06 ribu orang. Jumlah ini meningkat sebanyak 6,76 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Seiring dengan itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,06 persen poin menjadi 68,46 persen.
Agnes menjelaskan, peningkatan angkatan kerja turut diikuti oleh bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja. “Pada November 2025, penduduk yang bekerja mencapai 1.431,97 ribu orang, atau naik 14,29 ribu orang dibandingkan Agustus 2025,” katanya.
Dari sisi lapangan usaha, sektor Transportasi, Informasi, dan Komunikasi menjadi penyumbang kenaikan jumlah pekerja terbesar, yakni sebanyak 15,87 ribu orang. Sementara itu, penurunan jumlah pekerja terbesar terjadi pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor yang berkurang 12,78 ribu orang.
Selain itu, struktur ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan kualitas. Sebanyak 750,20 ribu orang atau 52,39 persen penduduk bekerja pada kegiatan formal, meningkat 2,54 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
“Persentase pekerja penuh juga naik 2,25 persen poin, sedangkan pekerja paruh waktu dan setengah penganggur terus menurun,” tutup Agnes. (mnc-neha)


