Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Ketua DPRD Kalteng Minta Pemprov Perketat Pengawasan Bahan Pokok Jelang Ramadan dan Idul Fitri

Ketua DPRD Kalteng Minta Pemprov Perketat Pengawasan Bahan Pokok Jelang Ramadan dan Idul Fitri
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk meningkatkan pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi bahan kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Arton menegaskan, pengawasan yang lebih ketat menjadi langkah krusial guna menjamin pasokan bahan pokok tetap aman dan harga tetap terkendali di pasaran. Ia menilai, momen menjelang hari besar keagamaan kerap diikuti dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, sehingga berpotensi memicu gejolak harga dan kelangkaan barang jika tidak diantisipasi sejak awal.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tidak merugikan masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.

“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, permintaan pasti naik. Jangan sampai situasi ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan penimbunan,” ujar Arton, Rabu, (4/2/2026).

Ia menekankan bahwa praktik penimbunan maupun permainan distribusi harus dicegah melalui pengawasan yang intensif di lapangan. Arton meminta instansi terkait untuk aktif memantau stok dan pergerakan harga di pasar tradisional maupun modern.

Selain itu, Arton juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, dinas teknis, aparat pengawas, hingga para distributor dan pelaku usaha. Koordinasi tersebut dinilai penting agar jalur distribusi bahan pokok berjalan lancar dan merata hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut, Arton berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah preventif sejak dini sebagai bentuk perlindungan terhadap masyarakat. Kebijakan antisipatif, menurutnya, akan membantu mencegah lonjakan harga yang berlebihan selama Ramadan dan Idul Fitri.

Ia menambahkan, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan suasana yang kondusif bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah.

“Dengan pengawasan dan koordinasi yang baik, masyarakat bisa menjalani Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa terbebani masalah kebutuhan pokok,” tutupnya. (mnc-neha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *