Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Panas Berkepanjangan, Pemprov Kalteng Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla

Panas Berkepanjangan, Dinas Kehutanan Kalteng Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla
Foto Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, Agustan Saining

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Di tengah dinamika cuaca yang belum sepenuhnya stabil dan suhu udara yang cenderung meningkat dalam beberapa pekan terakhir, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kalimantan Tengah. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah antisipasi sejak dini agar risiko bencana dapat ditekan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melalui Dinas Kehutanan memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla terus ditingkatkan, seiring dengan karakter cuaca yang masih fluktuatif.

Berdasarkan prakiraan cuaca terkini, suhu udara di sejumlah wilayah Kalteng dalam beberapa minggu terakhir berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan yang mulai meningkat akibat hujan yang turun tidak merata.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menyebutkan bahwa meskipun cuaca panas masih dirasakan, hujan yang mulai turun dalam satu hingga dua hari terakhir di beberapa daerah memberikan dampak positif terhadap penurunan potensi titik api.

“Memang dalam beberapa waktu terakhir cuaca cenderung panas, namun Alhamdulillah hujan sudah mulai turun di sejumlah wilayah. Ini tentu membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Agustan, Selasa (27/1/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah telah mengaktifkan posko siaga karhutla sejak awal tahun 2026, tepatnya mulai 1 Januari. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi pemantauan, pelaporan, hingga penanganan cepat apabila muncul indikasi kebakaran di lapangan.

“Kami sudah membuka posko sejak 1 Januari. Jadi setiap ada informasi terkait potensi kebakaran, pemadaman, maupun kebutuhan di lapangan, petugas langsung bergerak,” tegasnya.

Selain kesiapan personel, dukungan peralatan pemadaman juga terus diperkuat. Peralatan baru yang tersedia sejak tahun sebelumnya dipastikan siap pakai, sementara peralatan lama rutin dilakukan pengecekan dan perawatan agar tetap optimal saat dibutuhkan.

“Alat-alat baru sudah tersedia, dan peralatan lama juga terus kami perbaiki serta cek secara berkala. Semua disiapkan agar siap digunakan kapan pun,” lanjut Agustan.

Ia menegaskan, upaya menjaga hutan Kalimantan Tengah tidak hanya dilakukan melalui penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga lewat penguatan kesiapsiagaan dan pencegahan sejak dini, termasuk edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan karhutla.

“Kami berkomitmen menjaga hutan dan lingkungan Kalimantan Tengah. Kesiapsiagaan ini bukan hanya soal hutan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya alam,” pungkasnya. (mnc-red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *