Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!
banner 728x250

SMK Akan Dibangun di Desa Kinjil, Akses Pendidikan Pelosok Segera Terbuka

SMK Akan Dibangun di Desa Kinjil, Akses Pendidikan Pelosok Segera Terbuka
Gubernur Kalteng meninjau langsung lokasi yang direncanakan akan menjadi tempat pembangunan SMK (Foto: mmckalteng)

MAHARTINEWS, Kotawaringin Barat – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus berupaya memperluas akses pendidikan hingga ke wilayah pelosok.

Salah satu langkah konkret tersebut terlihat dalam rencana pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Desa Kinjil, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat.

banner 325x300banner 325x300

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan SMK pada Minggu (8/6/2025).

Dalam kunjungan itu, Reza turut didampingi para kepala desa dari wilayah sekitar, yakni Desa Kinjil, Tempayung, Dawak, dan perwakilan dari Desa Sakabulin.

“Hari ini saya bersama para kepala desa di wilayah ini untuk meninjau lokasi pembangunan SMK. Kita bersiap menyambut Pak Gubernur yang dalam waktu dekat akan melihat langsung kondisi lapangan,” kata Reza di sela kunjungan.

Pembangunan sekolah akan dilakukan di atas lahan seluas sekitar 3,2 hektare yang terletak di belakang lokasi kunjungan. Lahan tersebut dinilai strategis karena akan melayani kebutuhan pendidikan ratusan anak dari empat desa yang selama ini mengalami keterbatasan akses menuju sekolah.

“Anak-anak di Kinjil dan sekitarnya harus menempuh jarak 30 hingga 45 menit untuk bisa bersekolah di Kotawaringin Lama atau Pangkalan Bun. Ini sangat menyulitkan, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki kendaraan,” jelas Reza.

Ia menambahkan, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran sangat menaruh perhatian terhadap kondisi pendidikan di daerah terpencil. Rencana pembangunan SMK Desa Kinjil merupakan bagian dari program prioritas dalam pemerataan kualitas pendidikan.

“Pak Gubernur ingin agar anak-anak di desa juga bisa menikmati fasilitas pendidikan yang layak tanpa harus pergi jauh. Ini bentuk komitmen beliau untuk menciptakan keadilan dalam pendidikan,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, jumlah kepala keluarga (KK) di empat desa tersebut mencapai lebih dari 1.000 KK. Jumlah ini menunjukkan kebutuhan mendesak terhadap fasilitas pendidikan menengah.

“Di Kinjil ada sekitar 250 KK, Tempayung lebih dari 300, Dawak 270, dan Sakabulin juga sekitar 270 KK. Semua kepala desa menyatakan bahwa masyarakat sangat menanti kehadiran sekolah ini,” terang Reza.

Ia menegaskan, proses perencanaan sudah berjalan, dan peletakan batu pertama akan segera dilakukan.

“Insyaallah tahun ini kita mulai bangun. Peletakan batu pertama nanti langsung oleh Pak Gubernur. Ini bukti nyata bahwa pendidikan adalah prioritas utama pemerintah,” tutupnya. (mnc-lesta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *