Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Wali Kota Dorong Intervensi Pasar, Serambi–GPM Jadi Tameng Inflasi di Bulan Ramadan

Wali Kota Dorong Intervensi Pasar, Serambi–GPM Jadi Tameng Inflasi di Bulan Ramadan
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menghadiri rangkaian Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) yang digelar bersama Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah.

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya bergerak cepat menahan gejolak harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menghadiri rangkaian Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) yang digelar bersama Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (19/2/2026).

Fairid menilai lonjakan permintaan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan selalu memicu tekanan harga yang berdampak langsung pada daya beli warga. Karena itu, pemerintah mengambil langkah intervensi pasar agar pasokan terjaga dan harga tetap terjangkau.

“Momentum ini harus kita kelola bersama. Lewat Serambi dan GPM, pemerintah hadir menahan lonjakan harga dengan memastikan stok tersedia dan harga lebih ramah di kantong,” kata Fairid.

Ia mengungkapkan, tekanan inflasi di Palangka Raya memasuki fase serius. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi year-on-year Januari 2026 mencapai 4,61 persen, tertinggi di Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut, menurut Fairid, menuntut respons cepat dan kolaboratif agar tidak memperlemah ekonomi rumah tangga.

“Kehadiran pasar murah adalah bentuk keberpihakan pada masyarakat. Kita ingin warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok saat Ramadan dan menjelang Idulfitri,” ujarnya.

Fairid menegaskan pengendalian inflasi tidak bisa ditopang pemerintah semata. Ia mengajak distributor dan pedagang menjaga kewajaran harga serta memastikan distribusi berjalan lancar.

“Peran semua pihak menentukan. Distributor, pedagang, dan masyarakat harus satu barisan menjaga stabilitas harga. Ramadan seharusnya jadi momentum berbagi, bukan ajang menaikkan beban warga,” tegasnya.

Melalui rangkaian Serambi–GPM dan pembukaan Pasar Ramadan, Pemko menargetkan dua tujuan sekaligus: menekan inflasi pangan dan memperkuat perputaran ekonomi UMKM lokal. Pemerintah berharap intervensi pasar yang konsisten dapat menjaga stabilitas ekonomi kota sepanjang Ramadan hingga Idulfitri. (mnc-lesta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *