Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Penanganan Narkoba Harus Fokus Putus Jaringan Distribusi

Penanganan Narkoba Harus Fokus Putus Jaringan Distribusi
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Toga Hamonangan Nadeak

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Toga Hamonangan Nadeak, menegaskan bahwa upaya penanganan narkoba tidak cukup hanya dengan pembentukan posko pengawasan, tetapi harus menyasar pemutusan jalur distribusi yang menjadi akar permasalahan. Ia menilai, peredaran narkoba saat ini sudah semakin mengkhawatirkan karena menyasar generasi muda hingga tingkat pelajar.

“Kalau kita berbicara sebagai legislator, tentu kita mendukung semua upaya pemberantasan narkoba. Tapi tidak cukup hanya dengan membuat posko, yang paling penting itu bagaimana memutus jalur distribusi narkoba,” ujar Toga, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, sebagai seseorang dengan latar belakang pengacara, dirinya melihat persoalan narkoba perlu ditangani secara komprehensif. Menurutnya, keberadaan posko hanya menjadi salah satu bagian dari pengawasan, namun tidak otomatis menghentikan peredaran jika jaringan besar masih tetap berjalan.

“Yang harus dilakukan adalah bagaimana aparat penegak hukum bisa memutus jaringan, karena ini bukan lagi skala lokal, tapi sudah jaringan internasional yang masuk ke daerah,” tegasnya.

Selain itu, Toga juga menyoroti pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Ia mengungkapkan, saat ini penyalahgunaan narkoba sudah merambah kalangan pelajar, bahkan mulai dari tingkat SMP.

“Kita harus rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, dari SMP sampai SMA, karena sekarang ini anak-anak sudah mulai terpapar obat-obatan. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa jenis narkoba saat ini semakin beragam, termasuk bentuk baru seperti liquid yang kerap tidak disadari oleh pengguna. Oleh karena itu, menurutnya, pendekatan pencegahan harus terus diperkuat melalui edukasi dan peran aktif masyarakat.

Toga berharap, ke depan pemerintah bersama aparat penegak hukum dapat bekerja lebih maksimal dalam memutus rantai peredaran narkoba, sehingga generasi muda Kalimantan Tengah dapat terlindungi dari ancaman tersebut. (mnc-neha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *