MAHARATINEWS, Palangkaraya — Koordinator aliansi masyarakat, Candra Wardana, mendesak pemerintah melalui pihak balai jalan nasional untuk segera melakukan perbaikan terhadap ruas jalan Marikit hingga Katingan Hulu yang kini mengalami kerusakan parah. Ia menilai kondisi jalan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan darurat, terutama di tengah musim penghujan.
Candra menegaskan, sebagai jalan nasional, perawatan dan perbaikan menjadi tanggung jawab pihak balai. Namun hingga kini, kondisi di lapangan justru semakin memburuk. Jalan yang seharusnya menjadi akses utama masyarakat berubah menjadi lintasan berlumpur dengan kedalaman mencapai sepinggang hingga dada orang dewasa.
“Ini akses vital bagi masyarakat. Tidak ada jalan alternatif lain, tapi kondisinya seperti tidak layak dilalui,” ujarnya, usai mengikuti Audiensi Bersama Aliansi Driver dan Masyarakat Katingan Hulu Terkait Kerusakan Jalan Nasional Menuju Katingan Hulu Rapat Dengar Pendapat DRPD Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (21/4/2026).
Selain jalan yang rusak, Candra juga menyoroti kondisi jembatan yang sebagian besar masih berbahan kayu dan mulai rapuh. Hal ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terlebih bagi kendaraan angkutan barang dan penumpang yang setiap hari melintas.
Berdasarkan hasil pendataan aliansi, terdapat sekitar 14 titik kerusakan yang dinilai sangat parah dan membutuhkan penanganan segera. Sementara itu, pihak balai menyebut jumlah titik kerusakan mencapai lebih dari 20 titik. Total panjang ruas jalan yang terdampak diperkirakan sekitar 40 kilometer.
Dampak dari kerusakan tersebut sudah dirasakan langsung oleh masyarakat. Sejumlah kecelakaan terjadi, mulai dari kendaraan terbalik hingga mobil terbakar akibat berusaha melewati medan ekstrem. Waktu tempuh perjalanan pun menjadi sangat lama, bahkan bisa mencapai hampir satu hari dari Palangka Raya menuju wilayah terdampak.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP), pihak balai menyampaikan bahwa perbaikan akan segera dilakukan setelah alat berat yang saat ini berada di Desa Sumbang Paku dapat dimobilisasi. Meski demikian, Candra menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses tersebut.
“Kalau tidak ada progres dalam waktu dekat, kami akan kembali turun dan melakukan langkah lanjutan. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya. (mnc-neha)


