MAHARATINEWS, Palangka Raya — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah bersama tim Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rapat Badan Musyawarah guna membahas penataan agenda kerja serta peningkatan efektivitas pelaksanaan kegiatan dewan.
Rapat tersebut menyoroti pentingnya pengaturan jadwal yang lebih proporsional agar seluruh kegiatan dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan kendala di lapangan, Selasa (12/5/2026).
Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, menegaskan, penyusunan jadwal kegiatan harus dievaluasi agar tidak menumpuk pada waktu tertentu. Jika terlalu padat, pelaksanaan kegiatan menjadi kurang efektif dan dapat mengganggu kenyamanan serta kinerja anggota.
Ia menjelaskan bahwa pembagian waktu yang lebih fleksibel akan membantu anggota DPRD menjalankan tugasnya secara maksimal.
“Penjadwalan yang baik juga akan mengurangi potensi protes dari masyarakat maupun pihak lain, karena kegiatan dapat berjalan lebih teratur dan terkoordinasi,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, DPRD dan pemerintah provinsi juga membahas penyesuaian jadwal kegiatan pada hari-hari tertentu, termasuk pengaturan agenda pada hari Jumat. Penyesuaian ini dianggap penting agar kegiatan tetap berjalan tanpa mengganggu waktu ibadah maupun aktivitas lainnya.
Selain itu, rapat turut menyinggung sejumlah isu lain, seperti sinkronisasi program kerja, pengelolaan waktu kegiatan, hingga dukungan terhadap rencana pembangunan daerah. Para peserta rapat sepakat bahwa koordinasi yang baik antara DPRD dan pemerintah provinsi menjadi kunci utama dalam memastikan setiap program dapat terlaksana secara efektif.
Melalui rapat Badan Musyawarah ini, DPRD Kalteng berharap seluruh agenda kerja ke depan dapat tersusun lebih rapi, efisien, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penataan jadwal yang lebih baik juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja lembaga secara keseluruhan. (mnc-neha)

