MAHARATINEW – Palangka Raya – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Persiapan Angkutan Lebaran 2025 secara virtual pada Senin (17/02/2025).
Rapat yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ini membahas kesiapan moda transportasi jelang Idul Fitri serta kondisi inflasi terkini.
Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya kesiapan transportasi mengingat mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat mulai 28 Maret 2025.
“Setelah memasuki Ramadan pada 1 Maret, kita akan menghadapi lonjakan arus mudik. Ini memerlukan koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor transportasi dan keamanan,” ujar Tito.
Ia juga menyebutkan telah menerbitkan Surat Edaran Mendagri untuk memastikan kelancaran arus mudik.
Dalam pembahasan inflasi, Tito menjelaskan bahwa Januari 2025 mengalami deflasi sebesar 0,76%.
“Penyebab utamanya adalah diskon listrik bagi pelanggan di bawah 2200 watt. Namun, beberapa sektor seperti makanan dan jasa tetap mengalami kenaikan harga yang terkendali,” katanya.
Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tetap waspada terhadap lonjakan harga menjelang Ramadan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengusulkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) mulai 24 Maret 2025 untuk mengurangi kepadatan mudik.
“Dengan Hari Raya Nyepi pada 29 Maret yang berdekatan dengan Idul Fitri, WFA bisa mengurangi kepadatan di titik-titik rawan seperti Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk dan Bandara Ngurah Rai,” jelas Dudy.
Ia juga menekankan pentingnya penyediaan rest area serta monitoring daerah rawan kemacetan dan kecelakaan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyoroti potensi inflasi akibat lonjakan harga pangan.
“Menjelang Ramadan, harga daging ayam, telur, bawang merah, dan beras perlu diawasi agar tidak melonjak drastis,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa 9 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dengan cabai rawit sebagai penyumbang utama.
Setelah rapat, Yuas Elko memastikan bahwa stok pangan di Kalteng masih mencukupi dan inflasi tetap terkendali.
“Meskipun stok cukup, ketahanan pangan harus terus dijaga. Kita perlu memastikan distribusi berjalan lancar dan mencegah praktik penimbunan yang bisa merugikan masyarakat,” tegasnya.
Rapat ini turut dihadiri pejabat kementerian, kepala daerah, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait di Kalteng.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga serta memastikan kelancaran mudik dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri. (mnc-red)

