MAHARATINEWS, Palangkaraya – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Sugiyarto, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kalteng yang akan membangun posko terpadu antinarkoba di kawasan Puntun, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah rawan peredaran narkoba.
Sugiyarto menegaskan, keberadaan posko tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengawasan sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku peredaran narkoba. Ia menilai, pendekatan pengawasan langsung di titik rawan akan jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penindakan sesekali.
“Dengan adanya posko, pengawasan bisa diperketat, terutama di daerah yang selama ini rawan menjadi jalur peredaran,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, kawasan seperti Puntun membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Kehadiran posko diharapkan mampu menjadi pusat koordinasi terpadu antara masyarakat, aparat, dan pemerintah dalam memerangi narkoba secara berkelanjutan.
Sugiyarto juga menyatakan dukungannya terhadap komitmen tegas Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, yang menyatakan perang terhadap narkoba. Ia menilai, langkah cepat gubernur dalam merespons laporan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.
Selain itu, ia turut mengapresiasi rencana pemerintah menghadirkan layanan bus kesehatan keliling sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, program tersebut akan sangat membantu warga, terutama yang tinggal di wilayah terpencil agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan.
“Ini langkah positif, sehingga masyarakat tidak harus jauh-jauh ke fasilitas kesehatan,” katanya.
Sugiyarto berharap, pembangunan posko antinarkoba di Puntun dapat segera direalisasikan dan diikuti dengan langkah konkret lainnya, termasuk edukasi kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkoba. (mnc-neha)


