MAHARATINEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Purdiono, mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam menghadapi perubahan kebijakan terkait pengurangan penggunaan plastik serta dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai, berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadapi tantangan global yang turut memengaruhi kondisi di dalam negeri.
Purdiono menyoroti mulai berkurangnya penggunaan kantong plastik di sejumlah ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart. Menurutnya, langkah tersebut perlu dipandang dari sisi positif sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik yang sulit terurai di lingkungan.
“Kita berharap ada perubahan pola pikir masyarakat agar tidak lagi bergantung pada plastik. Memang ada konsekuensi biaya, tetapi ini demi kebaikan lingkungan ke depan,” ujar Purdiono.
Ia menegaskan bahwa plastik merupakan salah satu jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai, sehingga pengurangannya menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat mulai beralih menggunakan alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Selain isu lingkungan, Purdiono juga menyinggung dampak kenaikan harga BBM yang belakangan menjadi perhatian publik. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak terlepas dari dinamika global, termasuk keterbatasan cadangan energi dan gangguan distribusi yang memengaruhi ketersediaan pasokan.
Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi jauh hari sebelumnya untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Namun demikian, ia mengakui bahwa dampaknya tetap dirasakan oleh masyarakat.
“Kita berharap dampaknya tidak terlalu besar dan masyarakat bisa menyikapi dengan bijak. Negara harus siap menghadapi situasi global seperti ini,” tambahnya.
Purdiono juga mengingatkan pentingnya kesiapan semua pihak dalam menghadapi perubahan, baik dalam hal kebijakan lingkungan maupun ekonomi. Ia menilai, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa mendatang. (mnc-neha)


