Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Pemko Palangka Raya Siapkan Waterfront City, Bantaran Sungai Dibidik Jadi Wajah Baru Kota

Pemko Palangka Raya Siapkan Waterfront City, Bantaran Sungai Dibidik Jadi Wajah Baru Kota
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memaparkan rencana Waterfront City.

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya mematangkan rencana penataan bantaran sungai melalui konsep pembangunan waterfront city sebagai bagian dari agenda besar pembenahan infrastruktur kota. Program ini disiapkan untuk mendorong perbaikan kualitas lingkungan sekaligus mengangkat taraf hidup warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memaparkan rencana tersebut saat mempresentasikan program infrastruktur Pemko Palangka Raya kepada Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari di Ruang Rapat Peteng Karuhei I Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa (13/1/2026).

Pemko, kata Fairid, mengarahkan proyek ini agar tidak sekadar memperindah kawasan, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Penataan waterfront city akan kami fokuskan di kawasan Pahandut, Pelabuhan Rambang, Flamboyan, hingga Puntun. Kami ingin bantaran sungai menjadi ruang hidup yang lebih tertata, sehat, dan produktif,” ujar Fairid.

Ia menjelaskan, Pemko menghidupkan kembali konsep waterfront city dengan pendekatan modern dan berkelanjutan. Pemko akan menata permukiman, memperbaiki akses infrastruktur dasar, serta membuka ruang publik yang ramah lingkungan. Menurut Fairid, bantaran sungai berpotensi menjadi etalase kota yang mencerminkan wajah Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari menekankan pentingnya penataan komprehensif yang menempatkan peningkatan kualitas hidup warga sebagai prioritas utama. Ia menilai masih terdapat kawasan permukiman di bantaran sungai yang membutuhkan pembenahan menyeluruh.

“Penataan harus meningkatkan kualitas rumah, lingkungan, dan kehidupan warga. Kawasan ini juga perlu ditata sebagai ruang hijau agar kondisi sungai dan lingkungannya membaik,” kata Qodari.

Ia menambahkan, pembangunan waterfront city harus bergerak melampaui pembangunan fisik. “Pendekatan sosial wajib menjadi inti. Program ini masih pada tahap diskusi awal dan akan kami lanjutkan dengan pembahasan teknis agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya. (mnc-lesta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *