Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Palangka Raya Gandeng NIGT Korea, Sistem Sampah Terpadu Mulai Dikebut

Palangka Raya Gandeng NIGT Korea, Sistem Sampah Terpadu Mulai Dikebut
Pertemuan resmi pembahasan kerja sama teknis Pemerintah Kota Palangka Raya bersama National Institute of Green Technology (NIGT) Korea Selatan.

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya tancap gas memperkuat tata kelola sampah perkotaan dengan menggandeng National Institute of Green Technology (NIGT) Korea Selatan. Kolaborasi ini ditandai dengan pertemuan resmi pembahasan kerja sama teknis sebagai langkah awal menuju pengelolaan limbah yang lebih modern dan berkelanjutan, di Palangka Raya, Kamis (23/1/2026).

Pemkot dan NIGT langsung membahas arah kebijakan studi kelayakan Integrated Municipal Solid Waste Management (IMSWM). Studi ini memetakan kebutuhan teknologi, skema pendanaan, serta model operasional yang relevan dengan karakter wilayah Palangka Raya. Pemerintah kota menargetkan kerja sama ini mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir secara terintegrasi.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menegaskan pemerintah tidak ingin menunggu masalah membesar. Kota Palangka Raya memiliki wilayah yang sangat luas. Pelayanan persampahan harus menjangkau kawasan padat hingga wilayah pinggiran. Ini butuh sarana, prasarana, dan teknologi yang tepat sasaran. Ia menilai pendekatan teknologi hijau dari NIGT dapat mempercepat peningkatan layanan sekaligus menekan dampak lingkungan.

Fairid mendorong seluruh perangkat daerah bergerak serempak. Ia meminta OPD memperkuat regulasi, mempercepat penyiapan payung hukum daerah, serta meningkatkan kapasitas SDM pengelola persampahan. Menurutnya, tanpa kepemimpinan yang solid dan koordinasi lintas sektor, sistem terpadu sulit berjalan konsisten.

Pemkot juga menyiapkan langkah penguatan kelembagaan agar program tidak berhenti pada tahap studi. “Kami ingin kolaborasi ini berujung pada implementasi nyata di lapangan, bukan sekadar dokumen. Saya berharap teknologi, tata kelola, dan edukasi publik berjalan bersamaan agar perubahan terasa di masyarakat,” tegas Fairid.

Pertemuan ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Pemkot Palangka Raya dan NIGT Korea Selatan. Kesepakatan awal ini membuka jalan kerja sama jangka panjang untuk mempercembahkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang efisien, ramah lingkungan, dan berdampak langsung pada kualitas hidup warga. (mnc-lesta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *