Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Jelang Akhir Masa Jabatan 2026, Sekretaris Partai Demokrat Dorong Munculnya Figur Baru dari DPC

Jelang Akhir Masa Jabatan 2026, Sekretaris Partai Demokrat Dorong Munculnya Figur Baru dari DPC
Sekretaris Partai Demokrat, Junaidi.

MAHARATINEWS , Palangkaraya – Dinamika politik internal Partai Demokrat menjelang agenda organisasi pada 2026 mulai menghangat. Sekretaris partai Demokrat, Junaidi, menegaskan pentingnya menjaga proses demokrasi serta mendorong munculnya figur-figur terbaik dari tingkat DPC untuk memimpin ke depan.

Berbicara pada Sabtu (14/2/2026) malam, Junaidi menyebut bahwa setiap DPC memiliki basis dukungan masing-masing terhadap figur tertentu. Namun demikian, ia berharap figur-figur baru tetap bermunculan, termasuk sosok Pak Nadalsyah (Koyem) yang dinilai masih menjadi figur sentral dan harapan bagi kader di Kalimantan Tengah.

“Walaupun Pak Koyem masih menjadi figur sentral dan harapan DPC-DPC, kita tetap berharap beliau sehat dan setia mengabdi. Namun keputusan akhir tetap berada di tingkat DPP,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dinamika politik sering menghasilkan keputusan yang berbeda dari prediksi awal. Karena itu, seluruh kader diminta memahami proses politik dengan bijak agar tidak terjadi salah pengertian.

Menurut Junaidi, masa jabatan kepengurusan partai akan berakhir pada Agustus 2026. Momentum tersebut diharapkan menjadi waktu pelaksanaan agenda musyawarah sebagai bentuk konsolidasi organisasi sekaligus harapan kepada kepemimpinan Ketua Nadalsyah.

Terkait figur ketua ke depan, ia menilai jika Pak Koyem kembali bersedia, hal tersebut tentu menjadi peluang. Namun apabila muncul figur lain, hal itu merupakan sesuatu yang wajar dan mencerminkan demokrasi yang sehat.

“Sebagai partai kader, kita wajib menjunjung demokrasi. Siapa pun kader yang mumpuni dan ingin maju, silakan. Semakin banyak figur yang muncul, semakin baik bagi organisasi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keputusan akhir tetap mengikuti mekanisme partai. Oleh karena itu, seluruh kader diminta menjaga soliditas dan menjadikan proses demokrasi sebagai kekuatan bersama dalam menentukan kepemimpinan masa depan. (mnc-neha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *