Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Jam Kerja ASN Dipangkas Selama Ramadan, Pemko Palangka Raya Minta Layanan Tetap Optimal

Jam Kerja ASN Dipangkas Selama Ramadan, Pemko Palangka Raya Minta Layanan Tetap Optimal
Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Arbert Tombak

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya menyesuaikan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Ramadan 1447 Hijriah dengan target jelas: pelayanan publik tetap jalan tanpa alasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 863/39/BKPSDM.PK2PA.02/II/2026 yang mengacu pada Perpres Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai ASN.

Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya Arbert Tombak menegaskan pengaturan jam kerja tidak boleh menurunkan kualitas layanan. “Total jam kerja efektif tetap 32 jam 30 menit per minggu. Kami atur jam masuk pukul 08.00 WIB agar ritme kerja tetap terjaga,” kata Arbert, Rabu (18/2/2026).

Arbert menjelaskan perangkat daerah dengan sistem lima hari kerja membuka layanan pukul 08.00–15.00 pada Senin hingga Kamis dengan istirahat 12.00–12.30, sedangkan Jumat hingga pukul 15.30 dengan istirahat 11.30–12.30. Sementara instansi enam hari kerja melayani pukul 08.00–14.00 pada Senin–Kamis dan Sabtu, serta Jumat hingga pukul 14.00 dengan jeda istirahat yang menyesuaikan waktu salat Jumat.

“Kalau dirata-ratakan, enam hari kerja sekitar 5,5 jam per hari, lima hari kerja sekitar 6,5 jam per hari. Beban mingguan tetap sama,” ujarnya. Ia menambahkan Pemko meniadakan sementara kegiatan fisik rutin seperti olahraga dan apel selama Ramadan untuk menghormati kekhusyukan ibadah puasa.

Meski jam kerja menyesuaikan, Arbert meminta kepala perangkat daerah mengawasi disiplin pegawai dan memastikan loket pelayanan tetap responsif. “Puasa bukan alasan layanan melambat. ASN harus hadir, sigap, dan profesional,” tegasnya.

Pemko juga mendorong penataan jadwal internal agar antrean layanan kependudukan, perizinan, dan layanan dasar tidak menumpuk. “Masyarakat tetap butuh layanan cepat. Kami ingin Ramadan jadi momentum memperkuat etos kerja sekaligus menjaga empati,” pungkas Arbert. (mnc-lesta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *