MAHARATINEWS, Palangkaraya — Perkembangan perdagangan luar negeri Indonesia menunjukkan kinerja yang positif pada periode terbaru, ditandai dengan peningkatan nilai ekspor serta terjaganya surplus neraca perdagangan. Kondisi ini mencerminkan daya saing produk nasional yang masih kuat di pasar global, meskipun di tengah dinamika ekonomi internasional yang penuh tantangan.
Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor unggulan, khususnya komoditas berbasis sumber daya alam yang masih menjadi penopang utama ekspor. Selain itu, sejumlah produk manufaktur juga mulai menunjukkan tren peningkatan, seiring dengan membaiknya permintaan dari negara mitra dagang utama.
“Kinerja ekspor kita masih cukup solid dan mampu menjaga keseimbangan neraca perdagangan,” ujarnya, saat memimpin Konferensi Pers, di Ruang Vicon BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Senin (4/5/2026).
Di sisi lain, impor juga mengalami pergerakan yang cukup dinamis. Peningkatan impor terutama didorong oleh kebutuhan bahan baku dan barang modal yang digunakan untuk mendukung aktivitas produksi dalam negeri. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif karena mencerminkan adanya aktivitas industri yang terus berjalan dan bahkan cenderung meningkat.
“Kenaikan impor ini lebih banyak berasal dari sektor produktif, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa berbagai tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian geopolitik, serta perlambatan ekonomi di beberapa negara masih perlu diwaspadai.
“Kita harus tetap waspada dan adaptif terhadap perubahan global yang terjadi,” tegasnya.
Secara keseluruhan, tren perdagangan luar negeri yang tetap mencatatkan surplus menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Ke depan, penguatan diversifikasi produk ekspor dan perluasan pasar menjadi langkah strategis yang perlu terus didorong guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan perdagangan Indonesia. (mnc-neha)

