MAHARATINEWS, Palangka Raya — Kondisi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di berbagai SPBU di Kalimantan Tengah menuai perhatian serius dari DPRD setempat. Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi S.Ag, menyampaikan bahwa pihaknya menemukan indikasi adanya ketidaksesuaian antara laporan resmi pertamina dan kondisi di lapangan.
Junaidi menegaskan bahwa DPRD tidak tinggal diam melihat fenomena antrean yang semakin panjang di hampir seluruh SPBU. Ia menilai persoalan ini perlu segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah bersama stakeholder terkait.
“Kami dari DPRD juga merasa prihatin. Antrean ini terjadi di mana-mana, bahkan masyarakat kesulitan mendapatkan BBM untuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari pihak Pertamina, kuota BBM untuk wilayah Kalimantan Tengah disebut mencukupi, bahkan diklaim mengalami penambahan sekitar 12 persen. Namun, hasil peninjauan langsung di lapangan menunjukkan fakta berbeda. Junaidi mengaku sempat turun langsung dan ikut mengantre di SPBU untuk memastikan kondisi sebenarnya.
“Dari hasil saya berbincang dengan petugas SPBU, biasanya mereka menerima sekitar 16 tangki, tetapi bulan ini hanya datang 8 tangki. Ini menunjukkan adanya penurunan pasokan, bukan semata karena peningkatan konsumsi,” jelasnya.
Atas temuan tersebut, DPRD meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti dinas energi dan perindustrian, untuk segera melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Pemerintah juga diminta berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan distribusi BBM berjalan sesuai kuota yang telah ditetapkan.
Junaidi menambahkan, dugaan penyebab antrean bukan karena penimbunan atau penyalahgunaan, melainkan kemungkinan besar karena pasokan yang tidak terpenuhi secara optimal. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya verifikasi data antara laporan tertulis dan kondisi nyata di lapangan.
“Jangan sampai masyarakat dirugikan akibat ketidaksesuaian data. Pemerintah harus turun langsung dan memastikan kebenaran distribusi BBM ini,” tegasnya. (mnc-neha)

