Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!
Berita  

Pangeran Syarif Abdurrahman: Jika Dolar Terus Turun, MBG Sebaiknya Dihentikan Pemerintah

Pangeran Syarif Abdurrahman: Jika Dolar Terus Turun, MBG Sebaiknya Dihentikan Pemerintah
Dokumentasi pribadi: Pangeran Syarif Abdurrahman bersama Alumni Program Doktoral & Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Haluoleo Kendari.

MAHARATINEWS, Jakarta – Tekanan ekonomi global, pelemahan daya beli masyarakat, hingga besarnya belanja negara kembali menjadi sorotan publik. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah kalangan mulai mempertanyakan efektivitas program-program populis pemerintah yang menyedot anggaran jumbo dari APBN, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mantan Senator Republik Indonesia, Dr. H. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim atau Habib Banua, menilai pemerintah perlu bersikap realistis terhadap kondisi fiskal nasional. Ia mengatakan, apabila tekanan ekonomi terus terjadi dan nilai dolar mengalami gejolak berkepanjangan, maka program MBG sebaiknya dievaluasi bahkan dihentikan sementara.

“MBG ini program bakar duit paling besar. Betul-betul memberatkan APBN. Kalau memang masih diperlukan, sebaiknya tepat sasaran untuk masyarakat miskin saja dengan anggaran yang jauh lebih kecil dari sekarang,” ujar Habib Banua, dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, alokasi anggaran MBG yang diperkirakan mencapai sekitar Rp335 triliun berpotensi membuat defisit fiskal pemerintah untuk sektor yang lebih produktif. Ia khawatir belanja konsumtif berskala besar justru menjadi beban baru ketika ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian.

“Ekonomi bisa kolaps kalau pemerintah tidak hati-hati mengatur spending APBN. Fokus utama negara seharusnya membuka lapangan pekerjaan dan memperkuat sektor produktif masyarakat,” tegasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di kisaran 5 persen, namun struktur pertumbuhan nasional masih sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB).

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga beberapa kali mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas fiskal dan daya tahan sektor keuangan nasional di tengah tekanan global dan fluktuasi pasar.

Habib Banua menilai, program bantuan sosial tetap penting untuk menjaga daya beli masyarakat bawah. Namun efektivitas dan ketepatan sasaran menjadi faktor utama agar anggaran negara tidak mengalami pembengkakan yang berlebihan.

Habib Banua sendiri dikenal aktif menyampaikan pandangan terkait ekonomi dan kebijakan publik. Selain pernah menjabat Senator Republik Indonesia, ia juga dijadwalkan dikukuhkan sebagai calon profesor di Universiti Geomatika Malaysia pada 24 Juni mendatang. (mnc-red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *