Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!
Berita  

Ketahanan Bangsa Dimulai dari Budaya, KSBN Serukan Kolaborasi Adat Nusantara

Ketahanan Bangsa Dimulai dari Budaya, KSBN Serukan Kolaborasi Adat Nusantara
Ketua Umum DPP KSBN, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin mengaburkan batas budaya, Kerabat Seni Budaya Nusantara (KSBN) menegaskan bahwa kekuatan Indonesia sebagai bangsa tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam atau kekuatan ekonomi, tetapi juga pada keberagaman budaya adat yang hidup dan berkembang di seluruh Nusantara.

Pesan itu mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSBN Tahun 2026 di Palangka Raya, Sabtu (13/6/2026), yang mengusung tema “Ketahanan Bangsa Terwujud oleh Eksistensi dan Kolaborasi Unsur Budaya Adat Nusantara.”

Ketua Umum DPP KSBN, Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji, menegaskan Indonesia memiliki modal budaya yang sangat besar untuk menjaga persatuan bangsa. Dengan ratusan bahasa daerah dan ribuan tradisi adat yang masih hidup, Indonesia dinilai memiliki kekuatan sosial yang tidak dimiliki banyak negara lain.

“Kekayaan budaya daerah tersebut wajib kita jaga dan rawat sebaik-baiknya karena budaya positif merupakan penangkal dari perilaku menyimpang yang terjadi di masyarakat,” tegas Hendardji.

Menurutnya, keberagaman budaya tidak boleh dipandang sebagai perbedaan yang memisahkan, melainkan sebagai sumber kekuatan yang dapat memperkokoh identitas nasional. Kolaborasi antarkomunitas adat diyakini mampu melahirkan nilai-nilai kebangsaan yang relevan dalam menghadapi tantangan zaman.

Hendardji menjelaskan, sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, KSBN aktif melakukan berbagai program pendampingan, sosialisasi, visitasi, hingga supervisi kegiatan seni budaya di berbagai daerah.

“Budaya adalah akar kehidupan manusia. Karena itu, upaya pemajuan kebudayaan harus dilakukan tanpa henti seiring perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menilai ekosistem kebudayaan tidak akan tumbuh secara otomatis tanpa dukungan berbagai pihak. Karena itu, diperlukan organisasi kebudayaan yang kuat, sumber daya manusia yang berintegritas, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan budaya Indonesia kepada generasi muda.

Saat ini KSBN telah memiliki kepengurusan di 19 provinsi dan terus memperluas jaringan kebudayaan hingga ke tingkat daerah. Organisasi tersebut juga telah melakukan lawatan budaya ke berbagai negara di Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Serikat sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia.

Rakernas KSBN 2026 pun menjadi momentum untuk mempertegas bahwa ketahanan bangsa tidak hanya dibangun melalui kebijakan negara, tetapi juga melalui pelestarian nilai-nilai adat, tradisi, dan budaya yang menjadi akar identitas Indonesia sejak dahulu. (mnc-red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *