Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Disperkimtan Kalteng Sosialisasikan Pencegahan Permukiman Kumuh Di Barsel

Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Katma F Dirun.

Maharati News – Palangka Raya, Sebagaimana diketahui bersama bahwa persoalan kualitas lingkungan perumahan yang sehat masih menjadi tantangan bagi pemerintah kabupaten Brito Selatan (Barsel) untuk mewujudkannya.

Rumah tidak layak huni dan kekumuhan terjadi karena akumulasi beberapa permasalaha yang belum tuntas tertangani.

Indikator penilaian kawasan kumuh meliputi aspek bangunan, jalan lingkungan, drainase, sanitasi, air minum, persampahan dan resiko kebakaran yang semuanya masih belum memenuhi syarat.

Terkait hal itu, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Provinsi Kalteng melaksanakan Sosialisasi Penyelenggaraan Publik Pencegahan Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh di Kabupaten Barito Selatan Tahun 2022, Senin (20/9/22) pagi.

Dijelaskan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Katma F Dirun, bahwa salah satu indikator dalam menentukan kawasan dianggap kumuh adalah keteraturan bangunan.

Dalam aspek itu, lokasi bangunan, bangunan fisik serta kondisi lingkungan akan sangat berpengaruh dalam penentuan indeks kumuh.

Maka pembangunan rumah sehat adalah kebijakan pemerintah daerah Barsel yang telah tercantum pada dokumen RP3KP (Rencana Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Permukiman), bersinergi dengan pemerintah provinsi Kalteng.

Oleh karena itu, keberadaan perumahan yang sehat, aman, nyaman, serasi, dan teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik. Dengan terciptanya perumahan sehat akan menuju pada kawasan permukiman yang sehat dan layak huni.

“Kondisi kota yang layak huni ini harus kita perjuangkan bersama. Mewujudkannya merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pihak pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, masyarakat dan pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap terciptanya kota layak huni, khususnya di Kabupaten Barsel,” ucap Katma.

Sementara itu, Kepala Disperkimtan Provinsi Kalteng, Erlin Hardi dalam laporannya, bahwa tujuan sosialisasi tersebut untuk meningkatkan kesadaran bersama bahwa dalam mengurangi kekumuhan di Barsel merupakan tugas dan tanggung jawab kita semua.

Kegiatan Sosialisasi menyasar kepada masyarakat Kelurahan Hilir Sper, Kabupaten Barsel, berjumlah 50 orang, yang turut dihadiri oleh Lurah Hilir Sper.

Erlin berharap melalui sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup yang sehat.

“Bagaimana rumah dan lingkungan yang sehat, dapat mencegah tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh yang berujung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Perdi/MN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *