MAHARATINEWS, Palangka Raya – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 1 Mei 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali posisi buruh sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi, termasuk di Kalimantan Tengah.
Di tengah pertumbuhan sektor perkebunan, pertambangan, jasa, hingga industri pengolahan, pekerja menjadi motor utama yang menggerakkan roda produksi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Hari Buruh Internasional adalah pengingat bahwa pembangunan daerah tidak pernah lepas dari kontribusi besar para pekerja. Buruh menjadi penggerak utama ekonomi, baik di sektor perkebunan, pertambangan, perdagangan, jasa, maupun industri pengolahan. Karena itu, negara dan pemerintah daerah wajib memastikan kesejahteraan mereka terus meningkat,” kata Muhammad Ansyari di Palangka Raya, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, data ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang cukup positif. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Tengah pada November 2025 turun menjadi 3,44 persen. Jumlah angkatan kerja mencapai sekitar 1,48 juta orang, dengan sekitar 1,43 juta penduduk telah bekerja. Capaian tersebut menunjukkan iklim ketenagakerjaan di provinsi ini semakin sehat dan produktif.
Selain itu, proporsi pekerja formal di Kalimantan Tengah telah mencapai 52,39 persen. Muhammad Ansyari menilai peningkatan sektor formal menjadi indikator membaiknya kualitas lapangan kerja, karena pekerjaan formal umumnya memberikan kepastian pendapatan, perlindungan sosial, serta jaminan ketenagakerjaan yang lebih baik.
Meski demikian, ia mengingatkan tantangan sektor ketenagakerjaan masih cukup besar. Struktur ekonomi Kalteng yang masih bergantung pada komoditas primer membuat pasar tenaga kerja rentan terhadap gejolak harga global.
Karena itu, DPRD Kalteng mendorong penguatan pelatihan vokasi, peningkatan keterampilan tenaga kerja muda, serta penciptaan ruang investasi yang mampu membuka lapangan kerja berkualitas.
“Buruh yang sejahtera akan melahirkan produktivitas yang tinggi. Ketika pekerja terlindungi, memperoleh upah yang layak, dan memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi, maka ekonomi daerah juga tumbuh lebih kuat. Itu yang harus menjadi fokus bersama,” tegasnya.
Muhammad Ansyari menambahkan, Hari Buruh Internasional 2026 menjadi pengingat bahwa kemajuan Kalimantan Tengah dibangun dari kerja keras para buruh di berbagai sektor. Oleh sebab itu, penghormatan terhadap pekerja harus diwujudkan melalui kebijakan nyata yang berpihak pada keadilan, kesejahteraan, dan masa depan tenaga kerja yang lebih baik. (mnc-red)


