Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Masalah Pemasaran, Petani Kopi di Kalteng Tidak Bisa Berkembang

Maharati News – Palangka Raya, Hingga saat ini perkebunan kelapa sawit menjadi komoditas utama di Kalimantan Tengah, sehingga meminggirkan keberadaan komoditi lainnya.

Padahal Kalimantan Tengah dengan segala keunggulan yang dimilikinya, juga merupakan wadah yang cocok untuk komoditi lain seperti Kopi.

“Potensi ini akan kami dorong agar masyarakat kembali aktif untuk bertani kopi,” kata Plt Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalteng H. Rizky R Badjuri, saat ditemui, Selasa (25/1/22) siang.

Rizky mengatakan, sejauh ini petani kopi di Kalimantan Tengah sendiri tentunya ada, namun saat ini masalahnya petani bingung terkait pemasaran hasil kebunnya.

“Sebab yang dialami petani saat ini adalah saat musim panen tiba mereka  bingung kemana harus menjual hasil kopi tersebut,” ucapnya.

Karena petani ini harus ada pegangan, jangan sampai mereka menanam kopi, tidak ada tempat lokasi menjualnya dan ini yang saat ini masih diupayakan oleh Dinas Perkebunan sendiri.

“Kalau dikatakan produksi kopi daerah kita di sini ada beberapa jenis, baik itu kopi rubusta, ada kopi arabika, cuman masalah yang dihadapi trend pasaran masih bingung untuk kemasannya seperti apa, terus marketnya seperti apa dimana dan sebagainya,”tambahnya.

Kemudian salah satu upaya pemerintah provinsi melalui Dinas Perkebunan telah melakukan Penandatanganan Kerja Sama dengan IPB, dan salah satu yang direncanakan adalah kesejahteraan untuk petani kopi.

Tentunya juga berharap, hadirnya Ibu Kota Negara (IKN), dan Kalteng sebagai penyangga IKN, otomatis tanaman yang ada di Kalteng, akan mampu mendongkrak dan dibutuhkan untuk hasilnya sendiri tinggal tunggu saatnya.

“Adapun untuk luas kebun kopi yang ada di Kalteng sendiri ada berjumlah 2.366 Ha dengan penyebaran di 5 kabupaten terluas adalah Kabupaten Kapuas 488,56 Ha, Pulang Pisau 408 Ha, Kotawaringin Barat 293,15 Ha, Kotawaringin Timur 289,61 Ha, dan Murung Raya 273,89 Ha,”lanjutnya.

“Kita berharap, para petani kopi ini, bisa memiliki tempat untuk pemasaran di daerah Kalimantan Tengah, agar saat panen tiba mereka tidak bingung saat,” tandas Rizky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *