Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

PDH Putih Gubernur Warnai Ziarah Hari Jadi ke-69 Kalteng, Simbol Penghormatan dan Kepemimpinan

PDH Putih Gubernur Warnai Ziarah Hari Jadi ke-69 Kalteng, Simbol Penghormatan dan Kepemimpinan
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat menaburkan bunga di makam pahlawan Tjilik Riwut.

MAHARATINEWS, Palangka Raya — Ada pemandangan berbeda dalam upacara ziarah Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di Taman Makam Pahlawan. Di tengah suasana khidmat dan barisan pejabat yang mengenakan pakaian seragam resmi, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, tampil mencolok dengan Pakaian Dinas Harian (PDH) berwarna putih.

Pilihan busana itu bukan sekadar penampilan. Putih yang dikenakan Agustiar seolah menjadi simbol ketegasan sekaligus penghormatan—menegaskan dirinya hadir sebagai pemimpin seluruh masyarakat Kalimantan Tengah, berdiri di depan untuk menghormati jasa para pahlawan daerah.

Langkahnya memasuki area makam pahlawan dengan pakaian putih bersih menghadirkan kesan sederhana namun kuat. Di tengah prosesi tabur bunga dan doa, warna putih itu seperti membawa pesan tentang ketulusan, penghormatan, dan semangat pengabdian.

Agustiar pun menjelaskan makna di balik penampilannya tersebut. Menurutnya, pakaian putih yang dikenakannya adalah bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi daerah dan bangsa.

“Untuk penghormatan, menghargai para pahlawan kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai para pahlawannya,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Agustiar juga mengingatkan pentingnya sejarah bagi generasi sekarang. Ia mengutip semangat “Jas Merah” yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, sebagai pengingat agar masyarakat tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

“Yang masa lalu adalah referensi kita untuk menatap masa depan. Untuk menuju yang lebih baik lagi,” katanya.

Bagi Agustiar, sejarah adalah fondasi yang menentukan arah perjalanan suatu bangsa maupun daerah. Karena itu, ia meminta generasi muda Kalimantan Tengah tetap menjaga ingatan terhadap perjuangan para pendahulu di tengah derasnya perkembangan zaman.

“Generasi muda jangan sekali-kali melupakan sejarah. Karena sejarah itu fondasi kita. Dari sejarah itulah kita bisa menjadi kuat,” tegasnya.

Ziarah Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah kali ini pun tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Kehadiran gubernur dengan PDH putih menghadirkan pesan simbolik tentang kepemimpinan, penghormatan terhadap sejarah, dan komitmen untuk terus membawa Kalimantan Tengah melangkah ke masa depan tanpa melupakan akar perjuangannya. (mnc-neha) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *