MAHARATINEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, turun langsung meninjau aktivitas Pasar Ramadan yang berlokasi di depan TVRI Kalteng, Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Rabu (25/2/2026) sore.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng dalam mendorong perputaran ekonomi rakyat selama bulan suci, sekaligus memberi ruang nyata bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur hadir bersama Kepala Biro Administrasi Pimpinan Johni Sonder, Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung, serta sejumlah kepala OPD. Rombongan menyusuri lapak pedagang, berdialog langsung dengan pelaku usaha, dan melihat ragam produk kuliner yang dijajakan untuk kebutuhan berbuka puasa masyarakat.
Agustiar menegaskan Pasar Ramadan tidak boleh sekadar menjadi agenda musiman, tetapi harus dimaknai sebagai sarana memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia meminta seluruh perangkat daerah ikut mendorong keberlanjutan kegiatan serupa agar UMKM mendapat panggung yang layak.
“Pasar Ramadan ini bukan hanya soal jualan takjil, tetapi ruang ekonomi rakyat. Pemerintah harus hadir memastikan UMKM punya kesempatan tumbuh dan meningkatkan pendapatan,” tegas Agustiar.
Ia menilai geliat transaksi di Pasar Ramadan berkontribusi langsung pada penguatan ekonomi keluarga. Menurutnya, momentum Ramadan sering menjadi waktu penting bagi pelaku UMKM untuk menutup kebutuhan rumah tangga, bahkan menambah modal usaha.
“Kalau ruang seperti ini terus kita perkuat, UMKM bisa naik kelas. Ekonomi daerah tidak akan kuat kalau ekonomi rakyatnya dibiarkan berjalan sendiri,” ujarnya.
Kehadiran Gubernur disambut antusias para pedagang. Sejumlah pelaku UMKM mengaku termotivasi karena kepala daerah tidak hanya datang meninjau, tetapi juga membeli produk mereka sebagai bentuk dukungan nyata. Interaksi tersebut memberi suntikan semangat bagi pedagang yang menggantungkan penghasilan harian dari penjualan di Pasar Ramadan.
Pemerintah Provinsi Kalteng menilai Pasar Ramadan menjadi instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi mikro di tengah tingginya kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Ke depan, pemerintah berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas OPD agar ruang usaha UMKM tidak berhenti pada momen musiman, tetapi berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan. (mnc-lesta)

