Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Dua Operator Excavator di Orong Onoi Meninggal Dunia, Siapa yang Bertanggungjawab?

Dua Operator Excavator di Orong Onoi Meninggal Dunia, Siapa yang Bertanggungjawab?
Foto Ilustrasi.

MAHARATINEWS, Gunung Mas – Tragedi kecelakaan kerja dilaporkan terjadi di kawasan penambangan emas lokal di Desa Orong Onoi, Kecamatan Napoi, Kabupaten Gunung Mas, Sabtu (13/6/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima Redaksi Marati News dari masyarakat setempat, banjir bandang yang datang secara tiba-tiba diduga menyebabkan dua orang operator excavator meninggal dunia.

Peristiwa memilukan itu disebut terjadi saat aktivitas penambangan hendak dimulai di sekitar aliran sungai setempat. Para pekerja yang berada di lokasi diduga tidak menyadari adanya banjir bandang yang datang mendadak ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, derasnya arus air membuat para pekerja tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan diri. Sejumlah alat berat yang berada di lokasi juga terlihat terdampak oleh terjangan banjir.

“Ada dua operator excavator yang diduga menjadi korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang datang sangat cepat. Saat itu para pekerja sedang bersiap memulai aktivitas penambangan,” ujar seorang warga yang menyampaikan laporan kepada Redaksi Marati News.

Kabar duka ini langsung menjadi perhatian masyarakat. Selain menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga korban, peristiwa tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai aspek keselamatan kerja di kawasan pertambangan rakyat yang berada di sekitar daerah aliran sungai.

“Yang menjadi perhatian masyarakat sekarang adalah bagaimana nasib keluarga korban dan siapa yang bertanggung jawab terhadap para pekerja yang meninggal dunia tersebut,” katanya.

Dari dokumentasi diterima, terlihat beberapa unit excavator berada di lokasi aktivitas penambangan. Siapa pemilik alat berat yang digunakan dalam kegiatan tersebut serta bagaimana bentuk pertanggungjawaban terhadap para korban dan keluarganya.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait segera melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian, status kepemilikan alat berat yang beroperasi di lokasi, serta menjamin hak-hak para korban dan keluarga mereka terpenuhi.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Marati News masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait jumlah korban, identitas korban, dan penyebab pasti terjadinya musibah tersebut. (mnc-red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *