MAHARATINEWS, Palangka Raya – Menguatnya perbincangan publik terkait wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) menjadi perhatian berbagai pihak. Di tengah pro dan kontra yang berkembang, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyikapi isu tersebut secara bijak dengan tetap menjaga ketenangan, persatuan, dan stabilitas daerah.
Muhammad Ansyari menegaskan bahwa masyarakat Kalimantan Tengah tidak perlu terpancing oleh berbagai narasi yang belum tentu jelas arah dan kepastiannya. Ia mengimbau warga agar bersama-sama menjaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Tengah agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang berkembang,” katanya, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam menyikapi wacana kebijakan merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang dapat memecah belah persatuan masyarakat.
“Perbedaan pendapat itu biasa, tetapi jangan sampai justru menimbulkan perpecahan,” ujarnya.
Ansyari juga menilai bahwa setiap kebijakan publik, termasuk terkait pilkada, pasti melalui proses panjang, kajian mendalam, serta pertimbangan berbagai aspek. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak menyikapi isu tersebut secara berlebihan, apalagi sampai menimbulkan konflik horizontal. Ia menekankan bahwa persatuan dan stabilitas sosial jauh lebih penting dibandingkan perdebatan yang belum memiliki kepastian.
Selain itu, Ansyari mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang bersumber dari media sosial. Ia meminta warga tidak ikut menyebarkan konten atau narasi provokatif yang dapat memperkeruh suasana. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta generasi muda untuk berperan aktif menjaga suasana daerah tetap sejuk dan harmonis.
“Situasi yang aman dan kondusif adalah modal utama dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. Jangan sampai kita terpecah belah karena isu yang belum jelas,” pungkasnya. (mnc-neha)

