MAHARATINEWS, Palangka Raya – Kabupaten Kapuas tercatat sebagai daerah dengan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) tertinggi di Kalimantan Tengah pada Mei 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi di wilayah tersebut mencapai 5,15 persen, melampaui rata-rata inflasi Provinsi Kalimantan Tengah yang berada di angka 4,56 persen.
Meski demikian, dalam perhitungan bulanan (month-to-month/m-to-m), Kabupaten Kapuas justru mengalami deflasi sebesar 0,32 persen, menjadikannya satu-satunya daerah dari empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalteng yang mencatat penurunan harga pada Mei 2026.
Plt Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, menjelaskan bahwa secara tahunan tekanan harga di Kapuas masih cukup tinggi, namun pada Mei terjadi penurunan harga sejumlah komoditas pangan yang mampu menahan laju inflasi bulanan.
“Secara month-to-month Kabupaten Kapuas mengalami deflasi 0,32 persen. Namun secara year-on-year masih menjadi daerah dengan inflasi tertinggi di Kalimantan Tengah,” ujar Maria saat memimpin rilis statistik di Kantor BPS Kalteng, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan paparan BPS, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi di Kapuas selama Mei 2026 adalah beras dengan kontribusi 0,10 persen, disusul minyak goreng 0,06 persen, kue basah 0,05 persen, gula pasir 0,03 persen, dan air kemasan 0,02 persen.
Selain itu, sejumlah komoditas lain seperti rokok kretek mesin, solar, ayam goreng, makanan ringan, sate, ikan saluang, kacang panjang, wafer hingga es krim juga turut menyumbang kenaikan harga meski dalam porsi lebih kecil.
Di sisi lain, tekanan inflasi berhasil ditekan oleh turunnya harga sejumlah komoditas pangan. Daging ayam ras menjadi penyumbang utama deflasi dengan andil 0,15 persen, diikuti cabai rawit 0,12 persen, tomat 0,06 persen, ikan patin 0,05 persen, dan bayam 0,05 persen.
BPS menilai dinamika harga pangan masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi inflasi di Kabupaten Kapuas. Stabilitas pasokan beras, minyak goreng, dan komoditas hortikultura dinilai akan menjadi kunci pengendalian inflasi pada bulan-bulan berikutnya, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi masyarakat. (mnc-red)

