MAHARATINEWS, Jakarta — Konflik di Timur Tengah kembali memicu perhatian luas, seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa konflik ini telah berdampak pada stabilitas kawasan, bahkan berpotensi memengaruhi ekonomi global dan keamanan energi dunia.
Menanggapi kondisi tersebut, Dr. H. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim, yang dikenal sebagai Habib Banua, menyampaikan pandangan tegasnya. Ia merupakan mantan Senator Republik Indonesia dan doktor jebolan Universitas Haluoleo Kendari.
Dalam pernyataannya, Habib Banua menilai konflik yang terjadi saat ini menunjukkan pola tekanan global yang melibatkan sejumlah negara besar terhadap negara lain.
“Amerika dan Israel merupakan ancaman terbesar bagi umat manusia. Kita melihat banyak negara seperti Palestina, Venezuela, Kuba, Iran, Lebanon, hingga Yaman berada dalam tekanan dan konflik,” ujarnya, Senin (23/3/2026) siang.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius dunia internasional agar tidak semakin meluas dan berdampak pada negara-negara lain.
“Jika ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin negara lain akan mengalami nasib yang sama seperti Iran, karena tidak ada yang mampu menghentikannya,” tegasnya.
Habib Banua juga menyoroti pentingnya sikap Indonesia dalam menjaga prinsip perdamaian dunia, sebagaimana amanat politik luar negeri bebas dan aktif.
“Indonesia harus konsisten menolak perang, termasuk menolak perang yang tidak sesuai dengan prinsip hukum internasional,” katanya.
Habib Banua turut menyinggung dinamika politik global yang berkembang, termasuk kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump yang dinilai memicu ketegangan baru.
“Indonesia harus menolak segala bentuk perang ilegal dan tetap berada di garis depan dalam memperjuangkan perdamaian dunia,” ujarnya.
Habib Banua berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai solusi utama. Ia menegaskan bahwa perdamaian global harus menjadi prioritas bersama demi menjaga stabilitas dan keselamatan umat manusia. (mnc-red)


