Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!
Berita  

Habib Banua Desak Pemerintah Keluar dari “Board of Peace”

Habib Banua Desak Pemerintah Keluar dari “Board of Peace”
Mantan Senator Republik Indonesia asal Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, Dr. H Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim atau yang akrab disapa Habib Banua (sebelah kiri foto).

MAHARATINEWS, Jakarta — Mantan Senator Republik Indonesia asal Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan, Dr. H Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim atau yang akrab disapa Habib Banua, mendesak pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan dalam organisasi internasional Board of Peace di tengah meningkatnya konflik geopolitik dunia.

Habib Banua, yang juga merupakan doktor lulusan Universitas Halu Oleo di Kendari, menyampaikan bahwa sikap Indonesia dalam forum internasional harus tetap berpegang pada prinsip kedaulatan dan keadilan global.

“Saya meminta pemerintah untuk meninjau ulang bahkan mempertimbangkan keluar dari Board of Peace jika organisasi tersebut tidak mampu menjalankan prinsip perdamaian secara adil dan konsisten,” ujar Habib Banua dalam pernyataan yang diterima redaksi.

Menurutnya, lembaga internasional yang membawa nama perdamaian seharusnya mampu berdiri netral dan tidak membiarkan terjadinya tindakan agresi atau konflik bersenjata tanpa sikap yang tegas.

“Organisasi yang mengusung misi perdamaian harus benar-benar membela keadilan dan menghentikan konflik. Jika tidak, maka kehadirannya justru kehilangan makna,” tegasnya.

Habib Banua juga menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam diplomasi global sebagai negara yang selama ini dikenal aktif mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.

“Indonesia dikenal sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian dunia. Karena itu, setiap keputusan dalam forum internasional harus mempertimbangkan kepentingan kemanusiaan dan stabilitas global,” katanya.

Ia berharap pemerintah Indonesia dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keikutsertaan dalam berbagai organisasi internasional, termasuk memastikan bahwa setiap forum benar-benar bekerja untuk menjaga perdamaian dunia.

“Sikap Indonesia harus jelas: mendukung perdamaian, menolak agresi, dan mendorong penyelesaian konflik melalui dialog,” tutup Habib Banua. (mnc-red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *