Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!
Berita  

Habib Banua: Presiden Prabowo Jangan Takut Keluar dari Board of Peace

Habib Banua: Presiden Prabowo Jangan Takut Keluar dari Board of Peace
Mantan Senator Republik Indonesia, Dr. H Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim atau yang dikenal dengan sapaan Habib Banua.

MAHARATINEWS, Jakarta — Mantan Senator Republik Indonesia, Dr. H Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim atau yang dikenal dengan sapaan Habib Banua, menyampaikan pandangannya terkait dinamika geopolitik internasional yang memanas, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Habib Banua yang juga merupakan doktor lulusan Universitas Halu Oleo Kendari itu menilai pemerintah Indonesia perlu bersikap tegas dalam menyikapi berbagai perkembangan geopolitik dunia, termasuk mengevaluasi keterlibatan dalam organisasi internasional seperti Board of Peace.

Organisasi tersebut dibentuk untuk mengawasi proses perdamaian dan stabilisasi konflik, termasuk upaya rekonstruksi pascaperang di Gaza.

Dalam pernyataannya, Habib Banua secara langsung mendorong Presiden Prabowo Subianto agar tidak ragu mengambil keputusan strategis apabila sebuah forum internasional dinilai tidak lagi mencerminkan prinsip perdamaian yang adil.

“Presiden Prabowo jangan takut keluar dari Board of Peace jika organisasi itu tidak lagi menjalankan misinya menjaga perdamaian dunia secara adil,” ujar Habib Banua dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026) sore.

Ia menilai eskalasi konflik di Timur Tengah telah memunculkan berbagai kritik terhadap efektivitas lembaga-lembaga internasional yang membawa misi perdamaian.

“Agresi Amerika dan Israel ke Iran adalah bentuk pelanggaran dari perdamaian , BOP gagal mewujudkan perdamaian malah hanya menjadi propaganda Amerika dan Israel, board of peace telah berubah menjadi board of war,” tegasnya.

Menurut Habib Banua, lembaga yang mengusung misi perdamaian seharusnya mampu berdiri netral dan mengedepankan prinsip keadilan internasional.

“Organisasi perdamaian harus benar-benar menjadi penjaga stabilitas global, bukan menjadi bagian dari konflik geopolitik,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia selama ini dikenal aktif memperjuangkan perdamaian dunia melalui politik luar negeri bebas dan aktif. Karena itu, setiap keputusan dalam forum internasional perlu mempertimbangkan kepentingan kemanusiaan serta stabilitas global.

Habib Banua berharap pemerintah Indonesia terus mengedepankan diplomasi dan dialog internasional guna mendorong penyelesaian konflik secara damai serta mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (mnc-red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *