MAHARATINEWS, Palangka Raya — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah pada April 2026 mencapai 3,66 persen. Kenaikan harga terjadi merata di seluruh kelompok pengeluaran, dengan Kabupaten Kapuas mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,97 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, mengungkapkan bahwa inflasi tersebut mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 108,02 pada April 2025 menjadi 111,97 pada April 2026.
“Secara umum, terjadi kenaikan harga berbagai komoditas dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya dalam konferensi pers di Ruang Vicon BPS Kalteng, Palangka Raya, Senin (4/5/2026).
Ia menjelaskan, selain Kapuas, inflasi juga terjadi di seluruh wilayah pemantauan. Inflasi terendah tercatat di Kabupaten Sukamara sebesar 2,81 persen dengan IHK 112,93. Sementara itu, tekanan inflasi terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 11,49 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberikan andil signifikan dengan kenaikan sebesar 5,39 persen. Disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,19 persen, serta pendidikan sebesar 3,03 persen.
“Seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan, meskipun dengan tingkat yang bervariasi,” jelasnya.
Sementara itu, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) pada April 2026 tercatat sebesar 0,41 persen. Adapun inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 1,81 persen, menunjukkan tren kenaikan harga yang masih berlangsung sejak awal tahun.
Taufiqurrahman menilai kondisi ini masih dalam batas terkendali, meskipun tetap perlu diwaspadai. Ia menekankan pentingnya pengendalian harga, terutama pada komoditas pangan yang menjadi penyumbang utama inflasi.
“Stabilitas harga perlu terus dijaga agar daya beli masyarakat tidak tergerus,” tegasnya.
Dengan tren inflasi yang relatif moderat, perekonomian Kalimantan Tengah dinilai masih berada pada jalur yang stabil, meski tekanan harga tetap menjadi tantangan ke depan. (mnc-neha)

