Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Reses DPRD Kalteng: Pajak Lampaui Target, Digitalisasi Bank Dorong Ekonomi Gunung Mas

Reses DPRD Kalteng: Pajak Lampaui Target, Digitalisasi Bank Dorong Ekonomi Gunung Mas
Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Yohanes Freddy Ering, menyoroti kinerja penerimaan daerah dan transformasi layanan keuangan saat melaksanakan reses di wilayah Gunung Mas. Ia menilai capaian pendapatan dari sektor pajak kendaraan menunjukkan tren positif, meski masih ada sektor lain yang belum optimal.

Dalam kunjungan Komisi I ke kantor Samsat setempat, Freddy menemukan realisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tahun 2025 melampaui target yang ditetapkan.

“Indikatornya jelas, penerimaan pajak kendaraan bisa melampaui target. Ini menunjukkan kepatuhan masyarakat meningkat dan sistem berjalan efektif,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan masih terdapat celah pada jenis pajak lain seperti pajak air permukaan dan pajak alat berat yang belum mencapai target. Menurutnya, hal ini tidak sepenuhnya disebabkan rendahnya potensi, melainkan karena penetapan target yang belum akurat di tingkat perencanaan.

“Kalau targetnya tidak berbasis data riil, maka capaian akan terlihat rendah, padahal potensinya ada,” tegasnya.

Selain sektor pajak, Freddy juga menilai kinerja Bank Kalteng cukup solid, terutama di wilayah yang terdampak aktivitas pertambangan seperti Gunung Mas. Ia mencatat adanya peningkatan signifikan pada simpanan masyarakat, baik dalam bentuk tabungan maupun deposito.

“Perputaran ekonomi di daerah tambang mendorong likuiditas perbankan. Ini terlihat dari meningkatnya dana pihak ketiga di Bank Kalteng,” katanya.

Transformasi digital juga menjadi faktor kunci. Freddy mengungkapkan masyarakat Gunung Mas mulai terbiasa menggunakan layanan perbankan digital seperti E-Pahari, yang mengurangi antrean dan mempercepat transaksi, termasuk pembayaran pajak secara daring.

Data lapangan menunjukkan bahwa digitalisasi layanan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat. Kondisi ini berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih dinamis.

Freddy menekankan pentingnya sinergi antara optimalisasi pajak dan penguatan sektor perbankan. Menurutnya, jika potensi pajak non-kendaraan digarap serius dan digitalisasi terus diperluas, maka kontribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah akan semakin kuat dan berkelanjutan. (mnc-neha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *