Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Wagub Edy Pratowo Dorong Pendidikan Siap Kerja, UMPR Luncurkan D1 Pertanian dan Bangun Hall Baru

Wagub Edy Pratowo Dorong Pendidikan Siap Kerja, UMPR Luncurkan D1 Pertanian dan Bangun Hall Baru
Dok. Momen peluncuran bersama

MAHARATINEWS, Palangka Raya Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menghadiri Wisuda Gelombang I Tahun 2026 yang dirangkai dengan peluncuran Program D1 Pertanian serta peletakan batu pertama pembangunan UMPR Hall di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kamis (23/4/2026).

Agenda ini menegaskan arah baru pendidikan di daerah, tidak lagi berhenti pada teori, tetapi langsung menyasar kebutuhan dunia kerja.

Rektor UMPR, Muhammad Yusuf, melaporkan kampus yang dipimpinnya kini menampung 11.600 mahasiswa aktif di 42 program studi dan 15 fakultas. Pada wisuda kali ini, sebanyak 723 mahasiswa resmi dilepas. Ia menegaskan komitmen kampus untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman, termasuk memperkuat jalur pendidikan vokasi.

Edy Pratowo langsung menegaskan sikap pemerintah daerah: model pendidikan lama yang terlalu teoritis harus ditinggalkan. Ia menyebut peluncuran Program D1 Vokasi Pertanian sebagai langkah konkret menyiapkan tenaga kerja muda yang siap terjun ke lapangan, khususnya di sektor strategis seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Kita butuh lulusan yang tidak hanya punya ijazah, tetapi juga keterampilan nyata. Ini yang sedang kita dorong,” tegasnya.

Program D1 ini dirancang menampung hingga 2.000 lulusan SMA/sederajat dari seluruh Kalimantan Tengah melalui Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya. Pemerintah menargetkan program ini menjadi salah satu motor penguatan ketahanan pangan daerah sekaligus menekan angka pengangguran terdidik.

Di saat yang sama, pembangunan UMPR Hall menjadi simbol ekspansi infrastruktur pendidikan di Palangka Raya. Proyek ini diharapkan memperkuat kapasitas kampus dalam mendukung kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa.

Kehadiran unsur Forkopimda dan kepala perangkat daerah memperlihatkan dukungan lintas sektor terhadap agenda ini. Namun tantangan berikutnya jelas: memastikan program vokasi tidak berhenti sebagai proyek peluncuran, tetapi benar-benar melahirkan tenaga kerja terampil yang mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan. (mnc-lesta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *