Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!
Berita  

Lonjakan Penerimaan Negara dari Kalteng Harusnya Dibalas Pembangunan Besar

Lonjakan Penerimaan Negara dari Kalteng Harusnya Dibalas Pembangunan Besar
Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang

MAHARATINEWS, Palangka Raya – Meningkatnya penerimaan negara dari Kalimantan Tengah menjadi sinyal kuat bahwa roda perekonomian daerah masih bergerak positif di tengah tantangan ekonomi nasional. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup apabila manfaatnya belum dirasakan secara luas oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

Anggota DPD RI asal Kalimantan Tengah, Dr. Agustin Teras Narang, menilai pertumbuhan penerimaan APBN harus menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk memberikan perhatian lebih besar kepada daerah yang selama ini menjadi penyumbang signifikan bagi kas negara.

Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Tengah mencatat pendapatan dan hibah APBN hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp5,56 triliun atau 47,68 persen dari target. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp2,4 triliun atau 77,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan penerimaan didorong oleh kuatnya sektor usaha, terutama Pajak Penghasilan (PPh) Nonmigas, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta lonjakan Bea Keluar dari ekspor crude palm oil (CPO) dan komoditas turunannya.

Melalui unggahan di media sosialnya, Selasa (30/6/2026), Teras Narang mengapresiasi capaian tersebut. Namun ia mengingatkan bahwa indikator keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada besarnya penerimaan negara.

“Tren positif ini harus dapat dirasakan daerah dan masyarakat. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi hanya menjadi angka dalam laporan fiskal tanpa meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Teras, dikutip dari medsos FB miliknya Dr Agustin Teras Narang SH, Selasa (30/6/2026).

Mantan Gubernur Kalimantan Tengah itu juga berharap kontribusi besar daerah terhadap APBN menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam meningkatkan alokasi Transfer ke Daerah pada tahun anggaran berikutnya. Menurutnya, dukungan fiskal yang memadai akan membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Selain itu, Teras mendorong pemerintah daerah mulai mengurangi ketergantungan terhadap sektor komoditas dengan memperkuat UMKM, industri kreatif, produk olahan lokal, hingga inovasi berbasis teknologi. Diversifikasi ekonomi dinilai penting agar pertumbuhan tidak hanya bergantung pada fluktuasi harga komoditas global.

“Langkah itu memang tidak mudah. Namun dengan perencanaan yang konsisten dan komitmen yang berkelanjutan, Kalimantan Tengah dapat membangun ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tutupnya. (mnc-red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *