Terimakasih
Sempatkanlah untuk klik iklan, karena itu gratis...!

Ini Alasan Penampilan Tari Bahasa Isyarat Warnai HUT Ke-67 SMAN 1 Palangka Raya

Ini Alasan Penampilan Tari Bahasa Isyarat Warnai HUT Ke-67 SMAN 1 Palangka Raya
Foto: Penampilan siswa siswi SMAN 1 Palangka Raya.

MAHARATINEWS, Palangka Raya — Penampilan tari bahasa isyarat yang mengiringi lagu Mars Kalteng Makin Berkah menjadi salah satu momen yang menyita perhatian dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 SMA Negeri 1 Palangka Raya, Senin (3/8/2026) pagi.

Di balik penampilan itu, sekolah ternyata menyimpan pesan khusus yang ingin disampaikan kepada seluruh masyarakat.

Kepala SMA Negeri 1 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, menjelaskan bahwa penampilan tersebut sengaja dihadirkan untuk menegaskan posisi sekolah sebagai ruang terbuka bagi semua kalangan, termasuk saudara-saudara penyandang disabilitas.

Arbusin menyebut bahasa isyarat dalam tarian itu bukan sekadar pelengkap pertunjukan, melainkan simbol penting bagi semangat inklusivitas.

“Bahasa isyarat bukan hanya pelengkap pertunjukan, tetapi simbol bahwa semua orang berhak berkarya, berpartisipasi, dan berekspresi tanpa terkecuali,” ujarnya.

Menurut Arbusin, Kalimantan Tengah, khususnya SMA Negeri 1 Palangka Raya, ingin menjadi wadah bagi seluruh lapisan masyarakat untuk turut merasakan semangat kebersamaan yang dibangun sekolah, tanpa memandang keterbatasan fisik yang dimiliki seseorang. Ia berharap pesan tersebut dapat tersampaikan lewat cara yang sederhana namun bermakna, yakni melalui gerakan tari yang dipadukan dengan bahasa isyarat.

Penampilan ini melibatkan belasan peserta didik yang tampil kompak mengenakan ikat kepala putih bermotif khas Dayak dan kemeja merah. Mereka membawakan gerakan tangan yang menerjemahkan lirik lagu Mars Kalteng Makin Berkah, karya cipta Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran, di hadapan ratusan peserta didik lain yang turut menyaksikan.

Lewat penampilan tersebut, SMA Negeri 1 Palangka Raya berupaya menghadirkan perayaan HUT yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai kepedulian dan inklusivitas bagi seluruh warga sekolah maupun masyarakat luas. (mnc-neha) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *