MAHARATINEWS, Depok – Menjelang Muktamar Rabithah Alawiyah yang akan digelar pada Desember 2026, dukungan terhadap sejumlah figur calon Ketua Umum mulai bermunculan dari berbagai daerah.
Ketua DPC Rabithah Alawiyah Depok, Habib Ali Zainal Abidin, S.Pd.I, menilai Prof. Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim atau yang lebih dikenal sebagai Habib Banua, merupakan salah satu kader yang memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memimpin Rabithah Alawiyah pada periode mendatang.
Menurut Habib Ali, organisasi yang telah berdiri hampir satu abad itu membutuhkan pemimpin yang mampu melakukan pembaruan tata kelola organisasi, memperkuat konsolidasi internal, sekaligus memperluas kontribusi Rabithah Alawiyah bagi umat dan bangsa.
“Habib Banua adalah salah satu kader yang sangat layak masuk dalam bursa calon Ketua Umum Rabithah Alawiyah. Beliau memahami organisasi, memiliki pengalaman kepemimpinan yang lengkap, serta mempunyai wawasan kebangsaan yang kuat. Figur seperti ini dibutuhkan untuk membawa Rabithah Alawiyah semakin maju,” ujarnya.
Habib Ali menjelaskan, rekam jejak Habib Banua menunjukkan kompetensi yang tidak dibangun dalam waktu singkat. Selain mengajar sebagai dosen di Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta, ia pernah dipercaya menjadi Ketua Ikatan Alumni STIE Pancasetia, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, alumni Pendidikan Reguler Lemhannas RI, serta pernah menjadi anggota Senat Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin organisasi nasional yang memiliki struktur kepengurusan hingga tingkat daerah.
“Beliau memahami bagaimana membangun organisasi yang sehat, mulai dari tata kelola, kaderisasi, manajemen sumber daya manusia, hingga membangun komunikasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Itu yang dibutuhkan Rabithah Alawiyah saat ini,” katanya.
Habib Ali menambahkan, selain Habib Banua, sejumlah tokoh lain yang selama ini disebut dalam bursa calon Ketua Umum juga memiliki kapasitas dan dedikasi yang patut diapresiasi. Nama seperti Prof. Muhammad Anis Shahab, Habib Hasan bin Abdulkadir Alatas, Prof. Muhammad Alhamid, Dr. Salim Aljufri, serta beberapa tokoh lainnya merupakan kader terbaik yang telah memberikan kontribusi bagi organisasi.
Namun demikian, ia berharap Muktamar tidak hanya berfokus pada popularitas figur, melainkan juga pada gagasan dan kemampuan membangun organisasi ke depan.
“Rabithah Alawiyah membutuhkan pemimpin yang mampu membawa organisasi lebih modern, profesional, dan dekat dengan masyarakat. Siapa pun yang maju harus menawarkan program nyata, bukan sekadar nama besar. Saya melihat Habib Banua memenuhi kriteria tersebut dan layak diberikan kesempatan bertarung secara terbuka dalam Muktamar,” tegasnya.
Ia berharap seluruh proses pemilihan Ketua Umum berlangsung demokratis, menjunjung tinggi ukhuwah, serta menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat persatuan Rabithah Alawiyah sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi pembangunan bangsa Indonesia. (mnc-red)

