MAHARATINEWS, Palangka Raya – Rencana Bank Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk melantai di bursa saham atau go publik dalam dua hingga tiga tahun ke depan mendapat dukungan dari DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Dukungan tersebut menguat seiring kinerja keuangan Bank Kalteng yang terus menunjukkan tren positif dan daya saing yang semakin kompetitif di tengah industri perbankan.
Pandangan itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat antara jajaran Direksi Bank Kalteng dan Komisi I DPRD Kalteng. Dalam forum tersebut, Direktur Utama Bank Kalteng, Maspansyah, memaparkan capaian kinerja sepanjang tahun buku 2025. Ia menyampaikan bahwa kinerja Bank Kalteng secara umum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
“Sepanjang tahun 2025, aset Bank Kalteng tumbuh sebesar 22,20 persen menjadi Rp20,6 triliun,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Selain pertumbuhan aset, Maspansyah menjelaskan penyaluran kredit juga meningkat sebesar 9 persen hingga mencapai Rp11,7 triliun. Dana pihak ketiga tercatat melonjak 28 persen atau sebesar Rp13,8 triliun. Dari sisi profitabilitas, laba bersih Bank Kalteng naik 27 persen menjadi Rp400 miliar.
“Untuk kualitas kredit, rasio NPL net masih terjaga di level 1,37 persen, sehingga tetap terkendali,” katanya.
Menanggapi paparan tersebut, anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering, menyampaikan apresiasi atas kinerja yang ditunjukkan manajemen Bank Kalteng. Ia menilai capaian tersebut menjadi modal penting menuju rencana go publik.
“Pada prinsipnya kami di Komisi I mendukung rencana Bank Kalteng untuk go publik, termasuk rencana pembukaan cabang di Jakarta,” ujarnya.
Namun demikian, Freddy menekankan perlunya penguatan di berbagai aspek agar Bank Kalteng benar-benar siap melantai di bursa. “Penguatan modal inti hingga Rp6 triliun, peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sarana dan prasarana, serta pengembangan produk perbankan harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Selain itu, Freddy berharap Bank Kalteng lebih agresif merangkul sektor korporasi, khususnya perusahaan perkebunan dan pertambangan, serta memperluas jaringan pelayanan hingga ke pelosok daerah.
“Dengan begitu, Bank Kalteng sebagai Bank Ulu Itah tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (mnc-neha)

