MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan agenda Safari Ramadan ke sejumlah kabupaten/kota dengan pendekatan yang tidak sekadar seremonial, tetapi diarahkan sebagai momentum kerja lapangan dan penguatan program sosial di tengah masyarakat.
Gubernur Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo dijadwalkan turun langsung secara bergiliran menyambangi wilayah strategis, mulai dari Kotawaringin Barat, Seruyan, Katingan hingga Palangka Raya, serta Kapuas dan daerah sekitarnya.
Agenda ini diklaim menjadi sarana memperkuat silaturahmi sekaligus mengakselerasi implementasi visi Kalteng Berkah dan Kalteng Sejahtera di tingkat akar rumput.
Gubernur menegaskan Safari Ramadan tidak hanya berisi kegiatan keagamaan, tetapi juga membawa program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah menyiapkan pasar murah dan layanan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, khususnya untuk menjaga daya beli warga menjelang Idulfitri serta memperluas akses layanan dasar.
“Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi upaya memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke daerah,” ujarnya di Istana Isen Mulang, Senin (23/2/2026).
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung menyatakan, organisasi perangkat daerah (OPD) akan dilibatkan secara penuh dalam pelaksanaan Safari Ramadan. Dinas Perdagangan dan Perindustrian, misalnya, diminta menyiapkan distribusi pasar murah dan logistik pendukung agar pelaksanaan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Langkah ini juga dipandang sebagai strategi pemerintah daerah dalam meredam potensi gejolak harga kebutuhan pokok selama Ramadan. Dengan kehadiran langsung kepala daerah di lapangan, Pemprov berupaya memantau kondisi riil sekaligus membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat.
Di sisi lain, agenda Safari Ramadan dinilai menjadi ujian konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan simbolik dan kerja konkret. Publik kini menanti sejauh mana kunjungan tersebut mampu menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar rutinitas tahunan tanpa tindak lanjut yang terukur. (mnc-lesta)


