MAHARATINEWS, Palangka Raya — SMA Negeri 1 Palangka Raya menjadi salah satu sekolah tertua sekaligus paling berpengaruh di Kalimantan Tengah. Berdiri sejak 1 Agustus 1959, sekolah ini kini telah memasuki usia ke-67 tahun dan terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya.
Kepala SMA Negeri 1 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, menuturkan bahwa perjalanan panjang sekolah ini telah melewati 16 kali pergantian kepemimpinan sejak pertama kali dipimpin oleh Hendrik Timang. Ia sendiri menjabat sebagai kepala sekolah ke-16 sejak 2019, setelah sebelumnya mengabdi sebagai guru di sekolah tersebut mulai 1999.
“Sejak berdiri tahun 1959, SMA Negeri 1 Palangka Raya telah dipimpin oleh 16 kepala sekolah, dan saat ini saya menjadi kepala sekolah ke-16,” ujarnya.
Selama enam dekade lebih berdiri, SMA Negeri 1 Palangka Raya konsisten mencetak prestasi di kancah nasional maupun internasional. Salah satu program unggulannya adalah pertukaran pelajar Indonesia-Amerika, yang sejak 2019 hingga 2025 selalu meloloskan siswa dari sekolah ini, bahkan dua siswa terpilih sekaligus pada 2022.
Prestasi terbaru datang dari Ketua OSIS sekolah, Cantika, yang berhasil masuk 10 besar Ketua OSIS terbaik se-Indonesia. Deretan alumni sukses turut memperkuat reputasi sekolah, di antaranya Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin dan mantan Wakil Wali Kota Mofit Saptono.
Di balik segudang prestasi tersebut, Arbusin mengakui sekolah masih menghadapi tantangan fasilitas. Sejumlah alat laboratorium dinilai sudah usang, sementara gedung utama yang berusia puluhan tahun membutuhkan revitalisasi. Sekolah juga belum memiliki aula besar untuk menunjang kegiatan siswa.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, khususnya untuk revitalisasi gedung depan karena usianya sudah cukup tua,” katanya.
Dengan sejarah panjang dan capaian gemilang tersebut, SMA Negeri 1 Palangka Raya berkomitmen terus melahirkan generasi unggul Kalimantan Tengah di masa mendatang. (mnc-neha)

