MAHARATINEWS, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka peluang ganda bagi generasi muda daerah: pendidikan gratis sekaligus penghasilan tambahan lewat program pendidikan vokasi D3 yang dipadukan dengan Brigade Pangan.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menjelaskan skema ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemprov Kalteng di sektor pendidikan.
Edy menyampaikan, Pemprov Kalteng telah memfasilitasi beasiswa penuh bagi mahasiswa vokasi D3 melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah. Program ini dirancang tidak sekadar memberikan pendidikan gratis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja nyata di lapangan.
Melalui program Brigade Pangan, mahasiswa akan dilibatkan langsung dalam pengelolaan lahan cetak sawah, sebuah inisiatif yang menggabungkan dunia pendidikan dengan sektor ketahanan pangan daerah.
Keterlibatan ini bukan sekadar praktik kerja lapangan biasa, melainkan juga membuka peluang penghasilan yang cukup menjanjikan bagi mahasiswa.
“Adik-adik ini tidak hanya mengejar pendidikan formal, tetapi juga berpraktik langsung di lapangan. Dari praktik pengelolaan lahan misalnya 200 hektare mereka bisa mendapatkan insentif. Berdasarkan perhitungan Kepala Badan, potensi penghasilan per orang bisa mencapai Rp10 juta per bulan. Ini tentu menjadi peluang dan insentif yang sangat baik bagi mahasiswa,” ujar Edy.
Menurutnya, skema ini diharapkan mampu menarik minat lebih banyak generasi muda Kalimantan Tengah untuk menempuh pendidikan vokasi, sekaligus mendorong mereka lebih siap terjun ke dunia kerja begitu lulus.
“Selain mengasah keterampilan teknis di bidang pertanian, mahasiswa juga turut berkontribusi langsung mendukung program ketahanan pangan daerah melalui pengelolaan lahan cetak sawah,” pungkasnya.
Pemprov Kalteng berharap kolaborasi antara pendidikan vokasi dan program Brigade Pangan ini dapat menjadi model pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor pertanian dan pangan daerah. (mnc-neha)

